TARAKAN – Hari jadi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Ke-7 pada tanggal 22 April 2020, bertepatan dengan situasi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Penyebaran COVID-19 di wilayah Kaltara semakin melonjak dan membutuhkan upaya maksimal para Kepala Daerah beserta semua pihak dalam penanganannya.
Hal ini pun mendapat tanggapan dan harapan dari Badan Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang (GMKI) Tarakan.
Ketua BPC GMKI Tarakan Kristianto Triwibowo, HUT Kaltara patutnya memberikan energi baru bagi kita untuk kebaikan kaltara. Para pemimpin harus bekerjasama dan memberi contoh kepada masyarakat agar turut berupaya menekan persebaran COVID-19.
“Kita berharap Kaltara yang sudah 7 tahun ini diresponi kesatuan langkah bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkhusus penanganan penyebaran COVID-19 Sama-sama kita hindari sikap dan narasi yang membuat masyarakat terpecah, mengingat ini persoalan keselamatan masyarakat,” katanya.
Menilik data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara hingga Selasa (21/4/2020), mencatat pasien terkonfirmasi positif sebanyak 77, yang di dalamnya Kota Tarakan dengan jumlah terbanyak sebesar 27 di Kaltara. Hal ini menjadi perhatian serius Walikota Tarakan.
“Jumlah pasien positif dan transmisi lokal semakin bertambah di Kaltara, terutama di Tarakan dengan jumlah pasien positif tertinggi di kaltara, memang sewajarnya Pemerintah Kota Tarakan mengambil langkah cepat tepat, karena bila tidak tentunya akan menambah resiko persebaran di Tarakan dan juga Kaltara”, ujar Kristianto
Respon cepat Walikota Tarakan dengan pengajuan PSBB kepada Menteri Kesehatan dinilai tepat dan sesuai Permenkes No 9 Tahun 2020 sehingga pengajuan diterima oleh Menteri.
“Menteri Kesehatan telah menyetujui pengajuan PSBB di Kota Tarakan artinya kondisi dan upaya-upaya ini sudah sesuai, tinggal bagaimana dipersiapkan dengan matang penerapannya agar dapat mempertimbangkan semua aspek untuk masyarakat Kota Tarakan.
“Sempat menjadi polemik koordinasi soal PSBB di Tarakan, sebaiknya pimpinan di Kaltara meninjau lebih dalam lagi seputar pandemi di Kota Tarakan dan perbanyak komunikasi, langkah itu lebih tepat dan terhormat, namun yang pastinya PSBB di Tarakan sudah sesuai”, pungkasnya.
Pihaknya menaruh harapan dengan kebijakan yang di buat oleh Pemerintah selagi itu nyata untuk kebaikan masyarakat
Menangani pandemi ini, kemanusiaan adalah yang utama, semoga upaya-upaya yang di lakukan pemerintah dan dipatuhi oleh masyarakat mampu menekan persebaran COVID-19.
“Tak lupa pula bagi mereka yang masih bekerja di situasi ini dan masyarakat kecil yang merasakan dampak dari PSBB, agar dapat menjadi perhatian bagi Pemerintah dan kita semua”, tutupnya. (*/iik)















Discussion about this post