• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Kelembagaan Petani dan KEP Kaltara Perlu Ditambah

by Redaksi
28 Agustus 2020 22:36
in Daerah
A A
Kelembagaan Petani dan KEP Kaltara Perlu Ditambah
0
VIEWS

Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mendorong agar komponen eksekutif sektor pertanian di Kaltara untuk dapat mendorong dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani (KEP). “Saya kira jumlah lembaga petani, baik poktan maupun gapoktan di Kaltara masih kurang. Selain itu KEP juga minim, dari itu harus ditingkatkan keberadaannya agar perkembangan pertanian di Kaltara semakin membaik,” kata Gubernur.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, jumlah poktan di Kaltara sebanyak 1.778 kelompok, gabungan kelompok tani 213 kelompok, dan KEP 38 lembaga. “Kenapa lembaga pertanian dan KEP penting, sebab akan memberikan nilai tambah yang besar terhadap kegiatan ekonomi pertanian ketimbang dilakukan secara individual,” jelas Irianto.

Baca Juga

Pemkot Balikpapan–Parepare Perkuat Sinergi Daerah Sambut Peran Strategis IKN

Pemkot Tarakan Dorong UMKM Tarakan Timur Lewat Mini Expo Lokal 2026

Wujud Bakti, Bupati Tana Tidung Ziarah Makam Orang Tua dan Doa Bersama

Dinamika Sistem Baru, Jukir dan Pengelola Parkir Tarakan Beda Pendapat

Selain itu, kegiatan perdagangan, pengangkutan, pengolahan dan lainnya akan lebih ekonomis jika dilaksanakan bersama-sama dan keuntungan pun semakin besar. “Kelembagaan pertanian, baik formal maupun informal memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produksi dan pendapatan petani,” ucap Gubernur.

Dalam penumbuhkembangan KEP itu, ada beberapa hal yang menurut Irianto harus diperhatikan. Yakni, harus fokus dalam meningkatkan jumlah KEP yang tumbuh dari kelembagaan petani, baik poktan maupun gapoktan. Lalu, mengedepankan peningkatan pengembangan kegiatan usaha agribisnis yang dilakukan KEP berbasis komoditas unggulan daerah sesuai potensi wilayah. Dan, fokus kepada peningkatan kinerja pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian dalam penumbuhkembangan KEP.

“Hasil akhirnya, adalah terwujudnya kesejahteraan petani Kaltara, dan peningkatan produktivitas pertanian tentunya,” ungkap Irianto.

Dalam hal produktivitas pertanian, Gubernur juga menyampaikan beberapa usulan pengembangan industri pertanian di Kaltara. Yakni, produk pertanian kopi, lada, kelapa dalam, beras, kakao, karet dan nanas.

“Untuk kopi, ada dua jenis produk jadinya di Kaltara. Yakni kopi bubuk dengan total produksi sekitar 05 hingga 5 ton di Malinau, dan kopi instan ‘kopi jahe’ yang total produksinya sekitar 23,41 ton di Tanjung Selor, Bulungan. Ini sangat potensial,” ulas Gubernur.

Untuk lada, ada 3 produk potensial yakni lada putih butir, lada hitam butir dan lada bubuk. Total produksinya mencapai 33,99 ton yang berada di Bulungan. “Kalau kelapa dalam, produknya VCO dengan total produksi sekitar 2.500 liter,” jelas Irianto.

Sementara beras, produknya berbentuk beras dalam kemasan dengan berbagai grade. Produksinya mencapai 3.800 ton yang berlokasi di Bulungan. “Ada juga kakao di Nunukan, Karet di Bulungan, dan nanas di Krayan, Nunukan,” papar Gubernur.

Dalam memenuhi ekspektasi itu, Irianto meminta agar setiap permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan. Diantaranya, masih rendahnya kualitas pengelolaan usaha tani secara efisien, jalinan kerjasama dengan pelaku agribisnis dan kelembagaan ekonomi pedesaan.

“Kapasitas kelembagaan petani juga masih lemah, serta KEP belum memiliki kekuatan hukum. Tak itu saja, akses petani terhadap sumber pembiayaan masih terbatas, termasuk terhadap ilmu pengetahuan dan informasi mengenai pertanian,” tutup Irianto.(humas)

Tags: borneoDinas Pertanian dan Ketahanan PanganFB. FokusborneoKEPkrayanPemprov KaltaraPetani

Berita Lainnya

Daerah

Pemkot Balikpapan–Parepare Perkuat Sinergi Daerah Sambut Peran Strategis IKN

24 Januari 2026 07:24
Daerah

Pemkot Tarakan Dorong UMKM Tarakan Timur Lewat Mini Expo Lokal 2026

23 Januari 2026 21:18
Daerah

Wujud Bakti, Bupati Tana Tidung Ziarah Makam Orang Tua dan Doa Bersama

23 Januari 2026 19:03
Dinamika Sistem Baru, Jukir dan Pengelola Parkir Tarakan Beda Pendapat
Daerah

Dinamika Sistem Baru, Jukir dan Pengelola Parkir Tarakan Beda Pendapat

23 Januari 2026 17:14
Daerah

Gerak Cepat Pemkab Bulungan Layani Administrasi Kependudukan Warga Kilometer 57

23 Januari 2026 16:15
Daerah

Pemkot Balikpapan Perkuat Smart City Lewat Transformasi Digital Layanan Publik

23 Januari 2026 14:05
Next Post
5 Calon Mendaftar, Musda DPD Golkar Tarakan Ditunda

5 Calon Mendaftar, Musda DPD Golkar Tarakan Ditunda

Gugus Tugas Sedih, 4 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

DPRD Dukung Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi Di SPBU

DPRD Dukung Penerapan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Satu Ekor Buaya di Embung Persemaian Berhasil Ditangkap, Diduga Masih Ada Predator Lain Berkeliaran

    Satu Ekor Buaya di Embung Persemaian Berhasil Ditangkap, Diduga Masih Ada Predator Lain Berkeliaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kawal Aduan Warga Tegala Air, DPRD Tarakan Pastikan Pertamina Siap Tuntaskan Masalah Drainase

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gedung Baru UPTD Bapenda Kaltara Diresmikan, Samsat Keliling Diperkuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tana Tidung Terima Audiensi BNNP Kaltara, Bahas Pembentukan BNNK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Bulan Pelabuhan Rakyat Lingkas Ujung Mati Suri, Nasib 40 Buruh Terkatung-katung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Pemkot Balikpapan–Parepare Perkuat Sinergi Daerah Sambut Peran Strategis IKN

24 Januari 2026 07:24

Pemkot Tarakan Dorong UMKM Tarakan Timur Lewat Mini Expo Lokal 2026

23 Januari 2026 21:18
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP