Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Advetorial · 13 Okt 2021 14:25 WITA ·

Gubernur Genjot Anggaran 2022 untuk Pertanian dan Perkebunan


Foto:Dkisp Kaltara Perbesar

Foto:Dkisp Kaltara

TANJUNG SELOR – Sehubungan dengan pembangunan sarana dan infrastruktur di sektor pertanian dan perkebunan, Dewan Adat Dayak (DAD) melakukan audiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Audiensi tersebut dilakukan di Ruang Rapat Gubernur pada Selasa, (12/10).

Dalam audiensi ini, Ketua DAD Jhonny Laing Impang menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami oleh masyarakat Dayak khususnya dalam sektor pertanian dan perkebunan. Tokoh adat Dayak, Martin Labo juga mengharapkan perhatian Gubernur terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya yang bekerja di sektor pertanian.

“Saya tidak punya data lengkap, tetapi kalau mengambil contoh, di Kabupaten Malinau itu 60 persen dari penduduknya itu adalah petani, dan mereka itu termasuk ke dalam kelompok masyarakat yang pendapatannya sangat rendah,” paparnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Menurutnya, kelompok masyarakat ini harus diberikan perhatian khusus, dikarenakan perubahan yang sangat cepat selama beberapa tahun ini membuat kelompok ini rentan untuk terpinggirkan. DAD berharap bahwa petani porang dapat diberdayakan dan pemerintah dapat memberikan bantuan berupa bibit dan pengolahan lahan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang mengatakan bahwa dirinya dan Wagub berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Hanya saja anggaran yang terbatas menyebabkan terhambatnya pembangunan di bidang pertanian.

Kabar baiknya, Gubernur dan Wakil Gubernur telah meneruskan masukan dan usulan pihak DAD sebelumnya ke Menteri Pertanian.

“Kami (Gubernur dan Wakil Gubernur, red) sudah melampirkan beberapa rencana kegiatan di Kaltara ini, dan juga masalah pertanian dan perkebunan,” ungkap Zainal.

Ketakutan DAD terhadap kelompok masyarakat yang akan terpinggirkan juga secara tegas ditampik oleh Zainal. Ia mengatakan bahwa dirinya dan juga wakilnya tidak akan acuh terhadap kesejahteraan masyarakat Kaltara. Justru ia berusaha untuk memajukan serta mensejahterakan masyarakat.

“Mudah-mudahan di tahun depan anggaran daerah kita bisa genjot, bisa lebih baik daripada tahun ini, karena masih banyak potensi alam kita yang belum terkelola secara maksimal dan profesional,” harapnya. (gg/dkispkaltara)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Uji Kemampuan Fisik Prajurit,Kodim 0907/Trk Gelar Garjas Periodik II

28 Oktober 2021 - 06:15 WITA

Bentuk Kepedulian, Kodim 0907/Tarakan Berikan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran

27 Oktober 2021 - 20:46 WITA

Desa Bandan Bikis Sambut Baik Program Gebyar Pemda KTT

27 Oktober 2021 - 18:15 WITA

Ketua TP-PKK Rachmawati Zainal akan Promosikan Batik Kaltara ke Ajang Nasional

27 Oktober 2021 - 17:29 WITA

1.000 Unit Rumah ASN Pemprov Dibangun Tahun Depan

27 Oktober 2021 - 17:21 WITA

Pemkot Akan Tata Lokasi Eks Kebakaran di RT 3 Sebengkok

27 Oktober 2021 - 16:52 WITA

Trending di Daerah