TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, khususnya kepada Bunda PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, atas komitmen dan terobosan yang telah dilakukan dalam meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
“Terima kasih Ibu Vamelia Ibrahim, atas apa yang sudah dilakukan untuk PAUD di Tana Tidung ini. Saya harap dapat menginspirasi daerah-daerah lain,” ujar Selvi Ananda dalam kesempatan resmi.
Vamelia Ibrahim diketahui merupakan Bunda PAUD pertama di Kabupaten Tana Tidung yang dikukuhkan pada tahun 2020. Berbekal pengalaman bekerja di sektor perbankan yang berbasis data, Vamelia menerapkan pendekatan data-driven dalam menjalankan tugasnya. Ia melakukan pengumpulan data langsung dengan mengunjungi satuan PAUD—bahkan hingga harus menggunakan perahu cepat (speedboat) untuk menjangkau lokasi-lokasi terpencil.
Tantangan Awal dan Langkah Advokasi
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan tahun 2021, angka partisipasi sekolah anak usia 5–6 tahun di Tana Tidung saat itu baru mencapai 59%. Sementara PAUD yang terakreditasi minimal B hanya 39%. Melihat kondisi tersebut, Vamelia merasa terpanggil untuk mengambil peran strategis dalam membantu pemerintah daerah mencapai target peningkatan layanan PAUD.
“Saya tidak bisa tinggal diam, karena kami percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan Tana Tidung adalah investasi pada generasi emasnya melalui PAUD yang bermutu,” ungkap Vamelia.
Ia kemudian melakukan advokasi secara intensif, mulai dari mendorong lahirnya regulasi daerah terkait PAUD Pra SD, regulasi penggunaan anggaran desa untuk PAUD, hingga mengawal penyusunan anggaran di setiap organisasi perangkat daerah agar PAUD menjadi program prioritas.
Program Prioritas: Guru, Digitalisasi, dan Kesejahteraan Anak
Upaya lintas sektor yang dikoordinasikan Vamelia melahirkan sejumlah program prioritas, di antaranya:
-
Program Guru Sejahtera: peningkatan insentif hingga Rp1 juta dari Dinas Pendidikan dan Rp1 juta dari Pemerintah Desa.
-
Program Guru Sarjana: pemberian beasiswa pendidikan bagi guru PAUD yang masih berijazah SMA dengan skema rekognisi pembelajaran lampau.
-
Program Guru Kompeten: peningkatan kapasitas guru, termasuk pelatihan pembelajaran mendalam.
-
Digitalisasi PAUD: bantuan “Satu PAUD Dua Laptop” serta penyediaan APE dalam dan luar.
-
Pemenuhan akses pendidikan: pemberian perlengkapan sekolah gratis dan BOP PAUD daerah.
-
Kesehatan dan tumbuh kembang anak: Gerakan Minum Susu setiap Jumat, program Dokter Masuk PAUD, hingga layanan Jemput KIA.
-
Pengembangan bakat anak: penyelenggaraan Tana Tidung Kids Got Talent sejak 2022.
-
Pemberdayaan desa: program Desa Peduli Pendidikan yang memastikan desa memberikan dukungan penuh, termasuk insentif guru dan pembentukan Tim Wajar 13 Tahun.
Capaian Signifikan dalam Tiga Tahun
Upaya berkelanjutan tersebut membuahkan hasil mencolok. Dalam kurun tiga tahun, angka partisipasi sekolah anak usia 5–6 tahun melonjak dari 59% menjadi 91,81%. Jumlah PAUD yang terakreditasi minimal B juga meningkat dari 39% menjadi 61,89% pada 2024, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Ini bukti nyata bahwa ketika semua elemen bersatu padu, ketika advokasi didasari data, dan ketika pemerintah daerah memiliki keberpihakan penuh, tantangan seberat apa pun, termasuk aksesibilitas, dapat kita carikan solusinya bersama,” kata Vamelia.
Apresiasi yang Menjadi Penyemangat
Vamelia menyebut apresiasi dari Ibu Wakil Presiden menjadi pemantik semangat baru bagi Tana Tidung untuk terus meningkatkan mutu layanan PAUD.
“Apresiasi ini memotivasi kami untuk berlari lebih kencang lagi, memastikan setiap anak tanpa terkecuali mendapatkan hak atas pendidikan bermutu. Ini juga menjadi pengingat bahwa Bunda PAUD adalah jabatan pengabdian. Amanah ini harus digunakan sebaik-baiknya demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Tana Tidung kini dianggap sebagai salah satu daerah yang berhasil melakukan transformasi pendidikan anak usia dini melalui kerja kolaboratif, berbasis data, dan berpihak pada kesejahteraan anak.(**)






















Discussion about this post