BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Kucing yang dibuang sembarangan di Taman Tiga Generasi kembali menimbulkan masalah serius bagi kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Balikpapan, Afrrizal Rahman, menegaskan tindakan membuang hewan peliharaan di taman tidak hanya merugikan fasilitas publik, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Selain bau dari bangkai kucing yang mati, kotoran yang berserakan di area bermain anak-anak membuat taman yang seharusnya menjadi ruang nyaman bagi keluarga justru menjadi sarang masalah.
DLH pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang kucing sembarangan dan memanfaatkan fasilitas taman dengan bijak, sekaligus mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga ruang publik tetap bersih dan aman.
Menurut Afrrizal, masalah kucing di Taman Tiga Generasi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan hewan itu sendiri, tetapi juga dengan perilaku sebagian masyarakat yang masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Banyak warga yang membuang kucing ke taman, ada yang mati dan bangkainya menimbulkan bau, serta pup-nya berserakan di mana-mana. Ini jelas mengganggu kenyamanan pengunjung, apalagi anak-anak yang bermain di sana,” ujarnya pada Jumat (21/11/2025).
Afrrizal menambahkan, selain dibuang, banyak warga yang memberi makan kucing di taman. Ia menghargai niat baik tersebut sebagai bentuk kasih sayang terhadap hewan, namun perlu diimbangi dengan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan.
“Memberi makan hewan itu baik, tapi jangan sampai menimbulkan masalah kebersihan. Kita harus bisa memisahkan kasih sayang dengan tanggung jawab menjaga fasilitas publik,” jelasnya.
Selain masalah kucing, DLH juga mencatat adanya permasalahan sampah dari aktivitas pedagang di sekitar taman. Beberapa pedagang dan pengunjung masih membuang kotoran atau sampah sembarangan, meskipun DLH telah menyiapkan fasilitas tempat sampah 3R hingga 5R di titik strategis.
“Kami sudah menegur teman-teman pengelola seperti LPM agar membantu edukasi pedagang dan pengunjung. Namun, kesadaran kolektif tetap menjadi kunci agar taman ini bersih dan nyaman,” kata Afrrizal.
DLH Balikpapan menegaskan taman publik seperti Taman Tiga Generasi bukan hanya tempat bermain, tetapi juga simbol kualitas lingkungan kota. Dengan menjaga kebersihan, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan edukasi, rekreasi keluarga, dan interaksi sosial masyarakat.
“Harapan kita Taman Tiga Generasi tetap menjadi ruang yang aman dan menyenangkan. Anak-anak bisa bermain dengan nyaman, pengunjung bisa bersantai, dan masyarakat bisa menikmati lingkungan yang bersih,” tegas Afrrizal.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara rutin. Bila ditemukan pelanggaran, DLH siap mengambil langkah tegas, termasuk teguran langsung kepada pihak yang membuang kucing atau sampah sembarangan.
“Upaya ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menumbuhkan kesadaran bersama. Ruang publik harus dijaga bersama, dan setiap warga memiliki peran penting di dalamnya,” pungkasnya. (oc)














Discussion about this post