TARAKAN, Fokusborneo.com – Badan Karantina Indonesia melalui Satuan Pelayanan Karantina Kalimantan Utara (Kaltara) resmi menjalin koordinasi strategis dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Tarakan, Senin (2/2/26).
Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat sinergi layanan kepelabuhanan guna mendukung kelancaran ekspor langsung (direct export) dari wilayah Kaltara.
Upaya ini merupakan bagian dari program akselerasi ekspor produk unggulan daerah yang tengah digencarkan oleh Badan Karantina.
Fokus utamanya adalah memfasilitasi komoditas lokal agar dapat dikirim ke mancanegara langsung dari pelabuhan Kaltara tanpa harus melalui proses transit di provinsi lain.
Ekspor langsung dipandang sebagai instrumen vital dalam menekan biaya transaksi (transaction cost). Dengan memangkas jalur distribusi, para pelaku usaha dapat menghemat biaya logistik, memperpendek waktu pengiriman, serta menghilangkan biaya administrasi tambahan yang kerap muncul di pelabuhan transit.
Penurunan biaya operasional ini diharapkan berdampak sistemik pada peningkatan margin keuntungan pelaku usaha, sekaligus menciptakan harga produk yang lebih kompetitif di pasar internasional.
Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud, menjelaskan akselerasi ekspor ini tidak hanya menyasar pada aspek logistik, tetapi juga pada standarisasi produk melalui penguatan layanan karantina dan pendampingan teknis.
“Kami fokus pada percepatan proses sertifikasi karantina agar setiap komoditas memenuhi standar dan persyaratan teknis negara tujuan secara cepat,” ungkap Ichi.
Lebih lanjut, Ichi menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan prosedur di lapangan.
Ia berharap kemudahan ini dapat memacu semangat para eksportir lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
”Dengan ekspor langsung dari Kalimantan Utara, kami berharap produk unggulan daerah dapat lebih kompetitif di kancah global. Biaya logistik yang ditekan akan mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan sayap ke pasar ekspor yang lebih luas,” pungkasnya.
Pihak Karantina Kaltara menyatakan optimisme mereka bahwa volume dan nilai ekspor daerah akan menunjukkan tren positif seiring dengan optimalisasi layanan dan dukungan berkelanjutan bagi para pelaku usaha di Bumi Benuanta.(**)














Discussion about this post