TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Sebuah langkah nyata dalam menjaga kondusivitas wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) tercipta di Mako Polda Kaltara, Selasa (14/4/26).
Jajaran pengurus Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) dari Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan duduk bersama Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., dalam sebuah pertemuan penuh keakraban.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda secara terbuka mengakui luasnya wilayah Kaltara merupakan tantangan besar yang tidak bisa ditangani kepolisian sendirian.
”Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk menjaga Kaltara tetap aman. Pintu komunikasi kami selalu terbuka untuk masukan dan informasi,” tegas Irjen Pol Djati Wiyoto.
Ketua DPC LPADKT Bulungan, Simeon, menekankan komitmen organisasi dalam membantu Polri, khususnya dalam memerangi peredaran narkoba.
Ia berharap adanya kerja sama yang lebih konkret di lapangan agar informasi dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat.
Selain itu, Simeon juga menyampaikan rencana besar HUT ke-26 LPADKT pada akhir Mei mendatang yang akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus se-Kaltara.

Sementara itu, Ketua DPC LPADKT Kota Tarakan, Robinson Usat, menyoroti kompleksitas tantangan di lapangan.
Ia mengungkapkan adanya kekhawatiran warga saat ingin melaporkan aktivitas ilegal karena adanya tekanan dari oknum tertentu.
“Kami berharap ada jaminan perlindungan bagi masyarakat yang berani bersuara. LPADKT terus aktif berkoordinasi dengan aparat untuk meminimalisir gesekan sosial,” ucapnya.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Robinson Usat kepada Kapolda Kaltara.
Gestur ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuatnya kemitraan antara masyarakat adat dan kepolisian dalam membangun Kaltara yang lebih aman, maju, dan harmonis.(**)














Discussion about this post