TARAKAN, Fokusborneo.com – Bupati Malinau dua periode, Wempi W Mawa, menghadiri pertemuan refleksi bersama para alumni pengurus KNPI era perjuangan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Hotel Galaxy Kota Tarakan, Sabtu (4/4/26).
Pertemuan ini menjadi ajang nostalgia sekaligus konsolidasi gagasan untuk masa depan Bumi Benuanta.
Wempi, yang merupakan mantan Ketua KNPI Kabupaten Malinau di masa awal pergerakan Kaltara, mengungkapkan pertemuan tersebut bertujuan menyatukan kembali pemikiran dan semangat yang pernah membara saat memperjuangkan otonomi daerah belasan tahun silam.
”Malam ini adalah refleksi untuk menyatukan pikiran dan semangat kami beberapa waktu yang lalu. Sejauh mana Kalimantan Utara ini sudah kita isi bersama semua elemen kekuatan yang ada untuk menjaga, merawat, dan mengisi Kaltara yang kita cintai,” ujar Wempi.
Melihat perkembangan Kaltara saat ini, Wempi mengakui banyak kemajuan signifikan yang telah dicapai, mulai dari struktur pemerintahan yang lengkap hingga hadirnya institusi penegak hukum yang mandiri. Namun, ia menekankan perjuangan belum selesai.
”Dulu mimpi kita adalah bagaimana Kaltara terbentuk. Sekarang, bagaimana peran semua pihak di dalam institusi hari ini bisa saling bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penuntasan infrastruktur strategis, salah satunya pembangunan Ibu Kota Tanjung Selor sebagai pusat pemerintahan provinsi.
Sebagai tokoh pemuda pada masanya, Wempi menitipkan pesan khusus bagi aktivis KNPI dan pemuda Kaltara saat ini. Ia berharap pemuda tidak hanya menjadi saksi pembangunan, tetapi menjadi aktor utama di dalamnya.
”Anak muda adalah masa depan daerah. Pesan saya, jaga persatuan dan kekompakan. Jangan mau dipecah belah. Persiapkan SDM dengan baik agar kita tidak menjadi penonton di tengah rumah sendiri, kita harus bisa menjadi tuan di negeri sendiri,” kata Wempi.
Terkait adanya spekulasi pertemuan alumni KNPI lintas daerah ini berkaitan dengan momentum Pilkada mendatang, Wempi menanggapi dengan santai. Menurutnya, perbedaan latar belakang profesi dan partai politik di antara para alumni menunjukkan bahwa semangat yang diusung lebih besar dari sekadar kepentingan politik praktis.
”Kalau digiring ke konteks politik, itu sah-sah saja. Tapi semangat kami, kami yang lebih tahu. Di sini berkumpul orang-orang dari latar belakang berbeda, ada birokrasi, ada lintas partai politik. Yang paling penting adalah kami punya semangat yang sama untuk menjaga Kaltara,” jelasnya.
Wempi menegaskan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Malinau merupakan bagian tak terpisahkan dari prestasi Provinsi Kaltara secara keseluruhan.
”Kaltara itu satu kesatuan, tidak bicara satu kota atau kabupaten saja. Jika Malinau damai, sejahtera, dan penuh toleransi, itu adalah prestasi Kaltara. Begitu juga sebaliknya. Tanggung jawab saya adalah mewujudkan pembangunan di Malinau sebagai kontribusi nyata bagi provinsi ini,” pungkasnya.(*/mt)














Discussion about this post