TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Penguatan data desa melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) mulai dijalankan di Kabupaten Tana Tidung dengan penetapan tiga desa sebagai lokus pelaksanaan.
Penguatan data desa melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) mulai dijalankan di Kabupaten Tana Tidung dengan penetapan tiga desa sebagai lokus pelaksanaan pada tahun 2026.
Sosialisasi program tersebut digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung bersama Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, di Ruang Rapat Wakil Bupati Tana Tidung, Senin (20/4/2026), sebagai tahapan awal pelaksanaan program di daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dan Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala BPS Tana Tidung, Plt Camat Sesayap, serta para kepala desa terkait.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tana Tidung, Uus Rusmanda mengatakan pada tahun 2026 terdapat tiga desa yang ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan Program Desa Cantik, yakni Desa Limbu Sedulun, Desa Sebawang, dan Desa Buong Baru.
“Pada tahun 2026 ini BPS bersama Pemerintah Daerah menetapkan tiga desa sebagai lokus pelaksanaan Desa Cantik, yaitu Desa Limbu Sedulun, Desa Sebawang, dan Desa Buong Baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penetapan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan data di tingkat desa agar lebih terstruktur, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Menurutnya, desa yang menjadi lokus pelaksanaan juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam pengelolaan data berbasis statistik yang lebih baik.
“Desa yang menjadi lokus diharapkan dapat menjadi role model dalam pengelolaan data yang lebih berkualitas dan terstandar,” katanya.
Uus menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPS, kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Sinergi antara pemerintah daerah, BPS, kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ujarnya.
Ia juga meminta tiga desa yang telah ditetapkan sebagai lokus untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan program secara optimal agar hasil yang dicapai dapat maksimal.
“Diharapkan desa-desa yang menjadi lokus dapat mempersiapkan seluruh hal yang diperlukan agar pelaksanaan program berjalan maksimal dan sesuai harapan,” tutupnya. (*)














Discussion about this post