TARAKAN, Fokusborneo.com – Akses tunggal puluhan warga di RT 03 Kelurahan Juata Laut lumpuh total setelah pohon Akasia tua berukuran raksasa dengan panjang 25 meter dan berdiameter 60 sentimeter tumbang melintang di tengah jalan akibat cuaca ekstrem, Minggu (24/5) dini hari.
Merespons laporan kritis tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tarakan Regu B dan D langsung meluncur ke lokasi pada pukul 06.00 Wita.
Di bawah komando Ishak dan Saddam, serta dibantu warga setempat, proses evakuasi berjalan dramatis saat tim URC BPBD Tarakan harus berjibaku melawan waktu sekaligus serangan agresif kawanan semut angkrang demi membuka kembali urat nadi transportasi warga menggunakan gergaji mesin taktis chainsaw Stihl jenis NS 180 dan NS 382.
”Kulit serasa terbakar karena gigitan panas semut angkrang di sekujur tubuh. Tapi bagi kami, mundurnya personel berarti isolasi bagi warga. Jadi, rasa sakit dan gatal itu kami nomor duakan sampai tugas selesai,” ungkap salah satu personel di lapangan.
Meski didera gigitan yang menyakitkan, personel URC menolak menyerah. Mereka terus memotong bagian demi bagian pohon hingga akses jalan warga perlahan kembali terbuka.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tarakan, Rika Bulan Karolin, S.E., M.M., selaku penanggung jawab lapangan, mengonfirmasi hari ini di Kota Tarakan total ada 5 titik pohon tumbang yang tersebar di beberapa kelurahan diantara di Juata Laut 1 titik di RT 03, Sebengkok 2 titik di RT 31 dan 20, serta Pamusian 2 titik di RT 06 dan 18.
Menghadapi kepungan bencana ini, Rika menekankan kecepatan penanganan hari ini berhasil dicapai berkat adanya reformasi birokrasi dan integrasi koordinasi digital baru di instansinya.
”Kehadiran Grup Asesmen Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi ini merupakan langkah strategis kami untuk memangkas birokrasi penanganan bencana. Kini, masing-masing Kepala Seksi Trantib di 20 Kelurahan se-Kota Tarakan dapat melaporkan kejadian di wilayah mereka secara real-time,” tegas Rika Bulan Karolin.
Ia menambahkan, lewat pola koordinasi yang taktis, integratif, dan berkesinambungan ini, setiap laporan kedaruratan tidak lagi tertahan di meja administrasi, melainkan langsung diformulasikan untuk dieksekusi di lapangan oleh tim URC BPBD.
Tim gabungan URC bersama Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi masih terus berjibaku di lapangan demi memastikan seluruh mobilitas dan akses jalan di Kota Tarakan kembali aman dan normal sepenuhnya.
Masyarakat Kota Tarakan yang menghadapi situasi darurat serupa atau membutuhkan penanganan bencana akibat cuaca ekstrem diimbau untuk segera menghubungi nomor Hotline BPBD Kota Tarakan di 0822-5459-0564.(*/mt)















Discussion about this post