TARAKAN, Fokusborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melalui Tim Reaksi Cepat (URC) bergerak cepat menangani kejadian dua pohon besar yang tumbang di area Pemakaman Muslim, RT 03, Kelurahan Juata Laut, Selasa (26/5/26).
Langkah taktis ini diambil guna memastikan kenyamanan warga yang hendak berziarah menjelang Hari Raya Idul Adha.
Informasi kejadian pertama kali diterima oleh BPBD Tarakan pada pukul 11.29 WITA melalui laporan resmi dari Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kelurahan Juata Laut, Verdy.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, terdapat dua pohon berukuran besar yang roboh dan menimpa area pemakaman yaitu pohon nangka dengan panjang sekitar 10 meter dengan diameter 40 cm dan pohon jambu-jambu panjang sekitar 15 meter dengan diameter 50 cm.
Akibat kejadian ini, sejumlah fasilitas makam dilaporkan mengalami kerusakan. Terdata sebanyak 2 kuburan rusak berat, 2 kuburan rusak ringan, 3 nisan dalam kondisi miring, serta kurang lebih 15 kuburan terdampak akibat rebahan material pohon.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Kota Tarakan, Asril Maulid, S.E., menjelaskan secara tugas dan fungsi (tusi), pengelolaan dan penanganan di area pemakaman sebenarnya berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim). Namun, mengingat urgensi waktu, BPBD segera mengambil tindakan diskresi.
“Secara tugas dan fungsi (tusi), penanganan di area pemakaman ini sebenarnya merupakan ranah dari rekan-rekan di Dinas Perkim. Namun, karena informasi kejadian ini masuk langsung melalui hotline BPBD, kami segera mengambil kebijakan untuk menerjunkan Tim URC guna mengeksekusi pemotongan pohon hari ini juga,” ujar Asril Maulid.
Asril menekankan, kebijakan penanganan cepat ini diambil dengan mempertimbangkan momentum hari besar keagamaan yang sudah di depan mata.
“Mengingat besok sudah merayakan Hari Raya Idul Adha, kami mengantisipasi akan ada banyak sekali warga yang datang berziarah, baik sore ini maupun besok pagi setelah salat Id. Oleh karena itu, demi kenyamanan dan keselamatan para peziarah, pembersihan harus dilakukan secepat mungkin tanpa menunda,” tegasnya.
Untuk penanganan dan penataan lebih lanjut pasca-evakuasi darurat ini, koordinasi selanjutnya akan diserahterimakan dan diambil alih oleh pihak Dinas Perkim.
Proses pemotongan dan pembersihan material pohon di lapangan dipimpin langsung oleh Komandan Regu (Danru) Pelaksana, Ishak dan Saddam. Sebanyak 7 personel BPBD dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mempercepat proses evakuasi menggunakan gergaji mesin (chainsaw).
Turut hadir memantau langsung jalannya penanganan darurat di lapangan, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tarakan, Ruruh Sarwono, A.Md.
Saat ini, tim di lapangan telah berhasil mengevakuasi batang pohon utama agar area pemakaman muslim Juata Laut bisa segera diakses dengan aman dan nyaman oleh masyarakat yang ingin berziarah.(*/mt)












Discussion about this post