TARAKAN – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H di Masjid LDII Nur Hasan, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, berlangsung khidmat dan tertib pada Rabu (27/5/2026). Tahun ini, jumlah hewan kurban di masjid tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Panitia Kurban Masjid LDII Nur Hasan, Ahmad Daud, mengungkapkan bahwa total hewan kurban yang disembelih pada tahun ini mencapai 58 ekor.
”Alhamdulillah, tahun ini (jumlahnya) meningkat dari tahun sebelumnya. Total yang dipotong ada 50 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Kalau tahun lalu itu sekitar 42 sampai 46 ekor,” ujar Ahmad Daud saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Dari puluhan sapi yang dikurbankan oleh warga LDII di Kelurahan Karang Anyar tersebut, terdapat satu ekor sapi jenis Limousin dengan bobot kotor mencapai 800 kilogram dan ditaksir seharga Rp80 juta.

Ada yang berbeda dalam mekanisme pembagian daging kurban tahun ini. Pihak panitia memutuskan untuk menghapus sistem kupon dan menggantinya dengan sistem antrean langsung (first-come, first-served) untuk mengantisipasi carut-marut pembagian seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ahmad Daud menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi mendalam. Pada Idul Adha tahun lalu, ditemukan adanya indikasi satu orang yang menguasai hingga enam kupon. Selain itu, sempat terjadi insiden antrean kupon yang melelahkan hingga mengganggu kesehatan warga, khususnya ibu-ibu.
”Tahun ini kami berbenah diri. Kami tidak menggunakan kupon lagi, kecuali untuk tetangga dekat masjid. Jadi sistemnya siapa yang datang, dia yang dapat. Warga tidak perlu membawa KTP, yang penting datang dan mengantre dengan tertib,” tegas Ahmad.
Panitia memproyeksikan sebanyak 1.500 paket daging kurban disiapkan untuk dibagikan kepada seluruh warga Kelurahan Karang Anyar yang datang ke lokasi. Pembagian daging kurban dijadwalkan akan dimulai setelah waktu salat Asar dan ditargetkan rampung pada hari yang sama.
Proses penyembelihan di Masjid Nur Hasan tergolong cepat dan efisien. Hal ini berkat penggunaan alat perebah sapi modern yang sudah diterapkan selama empat tahun terakhir. Panitia menyediakan dua area penyembelihan dengan empat unit besi pengikat (alat perebah).
”Sekali rebah bisa langsung empat ekor sapi. Jadi prosesnya jauh lebih praktis dan cepat selesai dibandingkan tahun-tahun lalu. Tukang jagal (pemotong) yang dikerahkan ada empat orang,” tambah Ahmad, sembari menyebutkan bahwa alat tersebut akan terus dievaluasi agar proses penyembelihan ke depannya semakin sesuai syariat.
Untuk mengantisipasi membeludaknya warga yang mengantre, panitia telah berkoordinasi erat dengan aparat keamanan. Jalannya pembagian daging kurban dikawal langsung oleh personel dari Polsek Tarakan Barat dan Senkom Mitra Polri guna memastikan warga yang sudah menerima daging tidak kembali masuk ke dalam antrean. (**)













Discussion about this post