TARAKAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bergerak cepat merespons peringatan dini potensi tsunami pasca-gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Sangihe. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan menghindari kepanikan massal.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Ilyas, didampingi langsung Kepala BMKG Kota Tarakan dan Kepala BPBD Kota Tarakan, pihak Polres Tarakan memberikan keterangan resmi terkait situasi terkini dan langkah-langkah kesiapsiagaan yang harus diambil warga.
Berdasarkan data teknis yang dipaparkan BMKG Kota Tarakan, gempa besar di Sangihe tersebut memicu status ‘Waspada’ tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Tarakan, Nunukan, hingga kawasan Tanah Kuning di Kabupaten Bulungan.
Menurut estimasi pemodelan BMKG, gelombang diperkirakan bisa mencapai wilayah pesisir Kaltara pada rentang waktu Pukul 08.06 WIB hingga 08.27 WIB (atau sekitar pukul 09.06 WITA hingga 09.27 WITA). Khusus untuk wilayah Tarakan, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0 hingga 0,5 meter.
Pihak BMKG menegaskanpenyampaian data ini merupakan bagian dari prosedur standar sistem peringatan dini (Siren) agar daerah bisa melakukan antisipasi sejak dini.
Merespons laporan tersebut, Plt Sekda Tarakan, Ilyas, mengimbau seluruh lapisan masyarakat khususnya yang bermukim di kawasan pesisir pantai untuk tetap tenang dan tidak memberikan reaksi yang berlebihan secara impulsif.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan untuk tetap tenang dalam menyikapi peringatan waspada tsunami ini,” ujar Ilyas, Senin (8/6/26).
Ilyas juga menekankan pentingnya menyaring informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta warga untuk tidak mudah termakan isu-isu liar atau berita bohong (hoax) yang tidak jelas sumbernya, karena dapat memicu kepanikan massal yang tidak perlu.
“Pastikan masyarakat hanya memperhatikan informasi dan peringatan yang dikeluarkan resmi oleh lembaga berwenang, baik dari BMKG, BPBD, Pemerintah Daerah, maupun pihak Kepolisian. Kita akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala,” tegas Ilyas.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Tarakan bersama BPBD dan BMKG terus bersiaga penuh dan melakukan koordinasi intensif untuk memantau setiap pergerakan air laut dan kondisi pasca-gempa. Warga diminta untuk tetap beraktivitas seperti biasa namun dengan tingkat kewaspadaan yang ditingkatkan.(*/mt)












Discussion about this post