TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa sekaligus memperkuat aksi nyata menjaga lingkungan hidup.
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di lapangan agatis, Senin (8/6).
Dalam amanatnya, Wagub Ingkong membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi fondasi kokoh dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Ingkong menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga dapat menjadi rujukan dalam menciptakan perdamaian dunia.
“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” kata Ingkong.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen penting dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan.
Ingkong juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam tindakan nyata.
“Jangan biarkan nilai-nilai Pancasila hanya menjadi tulisan di buku atau hiasan di dinding. Jadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ingkong mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia menyebut dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, isu lingkungan menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.
“Indonesia menegaskan komitmen terhadap Paris Agreement untuk menjaga kenaikan suhu global tetap berada sedekat mungkin pada batas 1,5 derajat celcius,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ingkong mengajak masyarakat memulai gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi persoalan lingkungan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga demi mewujudkan Indonesia yang lebih asri,” pungkasnya. (dkisp)















Discussion about this post