TARAKAN, Fokusborneo.com – Panggung kompetisi Garda Dangdut Kaltara Session II siap digelar mulai besok malam di Kota Tarakan. Ajang tahunan yang diinisiasi Garuda Surya Tarumanegara (GardaNegara) ini akan menghadirkan sekitar 50 kontestan dari berbagai daerah di Kalimantan Utara.
Para peserta berasal dari Kabupaten Nunukan, Bulungan, Malinau, Tana Tidung, hingga Kota Tarakan sebagai tuan rumah. Mereka akan menunjukkan kemampuan terbaik di panggung Expo Ketahanan Pangan & Islami yang berlangsung di Lapangan Parkir Tarakan Plaza.
Ketua Panitia Penyelenggara, Mangunsara, mengatakan kompetisi ini merupakan wadah untuk menjaring talenta penyanyi dangdut lokal yang berpotensi di Bumi Benuanta.
“Ajang ini kami khususkan bagi warga yang berdomisili di Provinsi Kalimantan Utara. Persyaratan tersebut sudah kami tetapkan sejak awal,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, minat terhadap ajang ini cukup tinggi, bahkan sempat menarik perhatian calon peserta dari luar negeri, seperti Tawau, Malaysia. Namun, panitia tetap berpegang pada regulasi yang berlaku.
Sebagai informasi, pada edisi perdana tahun lalu, Nedy Yama berhasil meraih juara umum. Pada tahun ini, ia kembali hadir, namun dengan peran berbeda sebagai juri tamu kehormatan.
Selain Nedy Yama, kursi dewan juri juga akan diisi oleh Donna Amelia, alumni Bintang Pantura 4, serta Sartika, jebolan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 1 Indosiar. Sementara jalannya acara akan dipandu oleh MC Berjaya.
Mangunsara menambahkan, sistem kompetisi masih menggunakan format gugur, dimulai dari babak penyisihan hingga final.
“Penyisihan akan berlangsung selama tiga malam. Sementara babak final dijadwalkan pada 9 Juli 2026, karena pada 8 Juli akan digelar Tablig Akbar bersama Ustadz Koh Dennis Lim,” jelasnya.
Sebelum kompetisi dimulai, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pencabutan nomor urut tampil serta melakukan trial stage di lokasi acara. Ketentuan ini tidak berlaku bagi peserta yang masih dalam perjalanan dari luar daerah.
Kompetisi ini terbuka untuk umum tanpa batasan usia maupun gender, serta tidak dipungut biaya pendaftaran. Para pemenang nantinya akan mendapatkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, DPRD Kaltara, DPW Tani Merdeka Indonesia Kaltara, serta sejumlah mitra dan media partner.(**)















Discussion about this post