TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bulungan terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menggandeng Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur untuk memperkuat pembangunan keluarga yang berkualitas.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia memastikan, berbagai program dari pemerintah pusat, termasuk BKKBN, akan diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bulungan.
Baca Juga
“Kami ingin seluruh program berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan dan peningkatan kualitas SDM,” kata Syarwani.
Menurutnya, persoalan stunting tidak bisa ditangani secara sektoral. Keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Semangat kolaborasi ini sejalan dengan Bulungan BISA—Berdaulat, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif. Semua pihak harus terlibat, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Syarwani menjelaskan, langkah penanganan dilakukan dari dua sisi, yakni hulu dan hilir. Pada sisi hulu, edukasi kepada calon pengantin terus diperkuat melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, khususnya lewat Kantor Urusan Agama (KUA).
“Edukasi sebelum menikah sangat penting, agar calon keluarga memahami aspek kesehatan, gizi, dan perencanaan keluarga, sehingga risiko stunting bisa dicegah sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, pembinaan generasi muda juga menjadi perhatian melalui program Duta Generasi Berencana (Genre) yang dijalankan oleh DP3AP2KB. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang sehat, matang, dan memiliki perencanaan masa depan yang jelas.
Pemkab Bulungan terus mendorong peningkatan layanan dasar seperti akses air bersih dan sanitasi. Saat ini, cakupan layanan air bersih baru menjangkau setengah wilayah kecamatan di Bulungan.
“Ini terus kami benahi secara bertahap, termasuk melalui kolaborasi dengan Kementerian PUPR lewat program Pamsimas,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Syarwani juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital. Pengawasan terhadap penggunaan gawai dinilai penting untuk menjaga kualitas karakter generasi muda.
“Peran orang tua, terutama ayah, sangat dibutuhkan dalam pengasuhan anak. Ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkarakter,” pungkasnya.(**)














Discussion about this post