TARAKAN — Kelurahan Karang Anyar Pantai menggelar acara syukuran atas suksesnya pemilihan dan pelantikan 33 Ketua RT di wilayahnya. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) ini menjadi momen konsolidasi awal bagi para pengurus RT periode baru untuk memperkuat pelayanan masyarakat serta menjawab tantangan pembangunan di wilayah pesisir.
Syukuran dihadiri langsung Walikota Tarakan, dr. Khairul, Camat Tarakan Barat Sijabat, Anggota DPRD Kaltara Komaruddin, Anggota DPRD Tarakan Adyansa dan Muhammad Safri, dan tokoh masyarakat.
Lurah Karang Anyar Pantai, Nono Adiyatmoko menjelaskan bahwa dari total 33 RT di wilayahnya, proses pergantian kepemimpinan berjalan dinamis melalui dua mekanisme, yakni pemilihan langsung dan aklamasi.
“Wilayah kami terdapat 33 RT. Kemudian yang melakukan pemilihan itu sebanyak 13, sisanya sebanyak 20 itu adalah aklamasi. Jadi dari 13 ini, yang terpilih RT baru ada 4 orang, jadi yang lain tetap incumbent,” ujar Nono Adiyatmoko saat ditemui di sela acara syukuran, Rabu (22/7/2026).
Nono menambahkan, tahapan pendaftaran calon Ketua RT telah dibuka sejak awal Juni dan resmi ditutup pada 24 Juni. Selanjutnya, proses pemungutan suara dilaksanakan mulai 1 Juli. Adapun puncak pelantikan dilaksanakan secara serentak di tingkat kecamatan pada 16 Juli lalu.
Dengan resminya 33 Ketua RT yang bertugas, Nono berharap sinergitas antara pihak kelurahan dan para Ketua RT dapat terus terjaga serta ditingkatkan. Peran RT dinilai sangat vital sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi dan program kerja kepada warga.
“Harapannya adalah ini kami kan hubungan dengan RT, dari kelurahan dengan RT itu cukup baik selama ini. Makanya diharapkan supaya lebih ditingkatkan lagi ya, mengingat tantangan di pelayanan masyarakat lebih banyak ya, terutama tentang infrastruktur di saat kita selagi efisiensi. Jadi ini bagaimana Pak RT, Bu RT menyampaikan sebagai perpanjangan lidah dari pemerintah untuk menyampaikan hal-hal informasi kepada masyarakat lebih luas,” paparnya.
Sebagai wilayah yang berada di kawasan pesisir, Kelurahan Karang Anyar Pantai menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks. Nono menyebutkan masalah pengelolaan sampah dan keterbatasan sanitasi layak menjadi fokus perhatian utama yang harus diselesaikan bersama para Ketua RT baru.
“Kami itu sebenarnya masalah persampahan ya, masalah persampahan kemudian sanitasi itu menjadi titik berat kami. Karena kita ketahui bersama memang dua hal itu di daerah pesisir agak sulit. Di samping kemampuan warga sendiri untuk membangun sanitasi yang layak itu agak kurang,” ungkapnya.
Guna mengatasi persoalan tersebut, pihak kelurahan terus berupaya menjalin komunikasi aktif dengan anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat agar dapat mengalokasikan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Kami mencari celah kepada dewan yang berada di lingkungan kami, apakah ada program-program yang menyentuh pada kegiatan tersebut. Jadi kami hanya memfasilitasi bagaimana supaya program itu tepat sasaran,” tambah Nono.
Di samping persoalan lingkungan, Nono juga memberikan atensi khusus terkait regulasi pemilihan RT ke depan. Ia berharap Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur persyaratan calon Ketua RT dapat diperbarui, khususnya dengan memasukkan kriteria penguasaan teknologi informasi (IT).
“Atensi khusus pada kami adalah kami ingin kalau bisa ada semacam perbaikan pada Perwali terkait persyaratan. Karena semakin ke sini itu kan penguasaan teknologi oleh ketua RT itu penting. Jadi kalau bisa dari persyaratan itu agak lebih ditekankan lagi,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai rencana sosialisasi aturan baru, pihak kelurahan menyatakan masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah daerah. “Itu kami menunggu dari Perwali atau kebijakan yang ada. Kalau sudah turun, baru kami akan sosialisasikan. Sementara kami masih pakai yang lama,” tutup Nono. (**)














Discussion about this post