TARAKAN, Fokusborneo.com – BPJS Ketenagakerjaan menggelar launching Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Manfaat (Peka) bertema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” di Restoran Royal Crown Kota Tarakan, Selasa (18/8/26).
Acara ini dihadiri langsung Wali Kota Tarakan dr. Khairul, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Masduki, serta perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Kaltara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak perbankan.
Sebanyak 60 orang ahli waris penerima klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) maupun Jaminan Kematian (JKM) di Kota Tarakan turut hadir sebagai peserta.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Regional Kalimantan, Faizal Rachmat, menegaskan secara regulasi, tugas utama BPJS Ketenagakerjaan adalah mendaftarkan pekerja dan membayarkan santunan ketika terjadi risiko. Namun, sesuai arahan Direktur Utama dan mandat dari Presiden, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memastikan manfaat yang diberikan dapat berkelanjutan.
”Ternyata tidak cukup sampai di situ. Begitu kami bayarkan, kami tidak tahu santunan yang sudah dibayarkan ke para ahli waris itu digunakan untuk apa. Bisa jadi habis konsumtif, ada beli ini beli ini, tahu-tahu habis, padahal kehidupan terus berlanjut,” ujar Faizal Rachmat.
Melalui inisiatif program Peka ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap ada keberlanjutan manfaat untuk memastikan para ahli waris mampu menggunakan dana yang diterima dengan sebaik-baiknya agar tetap bisa melanjutkan kehidupan.
Faizal mengungkapkan ada dua mandat utama dari Presiden kepada BPJS Ketenagakerjaan. Pertama, jika terjadi risiko terhadap pekerja, tidak boleh ada kemiskinan baru. Mandat kedua, memastikan anak-anak peserta tidak mengalami putus sekolah melalui pemberian jaminan beasiswa pendidikan.
”Presiden nitip, gimana caranya supaya tidak ada kemiskinan baru. Harus ada manfaat yang kita berikan, dan kita pastikan manfaat ini berdaya guna sehingga kehidupan terus berlanjut, tidak jadi jatuh miskin gara-gara pekerjaannya tidak ada,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan program di Tarakan, dari 60 ahli waris yang hadir, sebanyak 20 orang di antaranya tercatat sudah memiliki usaha, sementara 40 orang lainnya mengikuti pelatihan keterampilan. Seluruh peserta dibekali materi wajib berupa literasi keuangan hasil kerja sama dengan BI, OJK, dan pihak perbankan.
”Materi wajib yang akan kami berikan adalah terkait literasi keuangan. Dari BI, perbankan, dan OJK akan menyampaikan bagaimana pengelolaan keuangan yang baik, tidak terjebak investasi bodong, atau habis jadi judi. Nauzubillah. Jadi bagaimana caranya dana yang diterima bisa digunakan secara baik,” jelas Faizal.
Selain literasi keuangan, peserta juga dibekali pelatihan keterampilan praktis seperti pembuatan kuliner hingga kerajinan tangan bekerja sama dengan Rumah BUMN dan Dinas Koperasi & UMKM. Setelah pelatihan, para peserta akan terus didampingi hingga mampu berproduksi secara mandiri.
Guna mendukung keberlanjutan usaha peserta, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk membantu sisi pemasaran. Faizal bahkan menegaskan bahwa jajarannya akan menjadi konsumen pertama.
”Saya sudah minta ke Pak Wali dan Pak Masduki Cabang, pertama kali konsumennya nanti Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tarakan yang akan membeli produknya Bapak Ibu. Biar ada keterkaitannya, biar Ibu berusaha tapi jangan bingung kalau sudah ada hasilnya mau dikemanakan. Nanti kami tampung dan kami beli supaya berjalan,” tegas Faizal.
Tak hanya itu, seluruh kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan juga akan menyediakan etalase khusus untuk memajang produk UMKM peserta serta mengenalkannya dalam acara pertemuan dengan perusahaan-perusahaan mitra.
Mengenai gambaran penyaluran manfaat, Faizal membeberkan secara nasional klaim yang telah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan mencapai hampir Rp36 triliun.
Khusus di Kota Tarakan, hingga semester pertama tahun 2026 ini tercatat sebanyak 4.150 klaim telah dibayarkan dengan nilai mencapai Rp49 miliar. Angka ini melanjutkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 6.000 kasus dengan total nilai klaim hampir Rp89 miliar.
Melalui program Peka ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap dana santunan yang dikucurkan dapat menjadi modal usaha produktif sehingga ekosistem ekonomi kerakyatan di Kota Tarakan terus berputar secara berkelanjutan.(**)












Discussion about this post