Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Ekonomi · 18 Agu 2021 12:11 WITA ·

Pemkot Tarakan Terus Dorong Pertumbuhan UMKM


Salah Satu Produk Unggulan Khas Tarakan Berupa Batik Tulis Pewarna Alam. foto: fokusborneo.com Perbesar

Salah Satu Produk Unggulan Khas Tarakan Berupa Batik Tulis Pewarna Alam. foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Di momen Kemerdekaan Republik Indonesia Ke76 tahun saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, tentu di tengah krisis ini harus ada lompatan besar sehingga Indonesia kembali pulih dan tumbuh.

Walikota Tarakan, Khairul mengatakan sektor UMKM menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) tidak hanya nasional namun juga Tarakan.

“UMKM ini penyumbang 60 persen PDRB di Tarakan, dan tentu kita terus mendorong pertumbuhan UMKM. Teman – teman bisa lihat dalam suasana pandemi inipun kita masih mendorong pedagang ini terus tumbuh,” ujarnya, Selasa (17/8/2021).

Diharapkan meski ditengah pandemi, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ekonomi khususnya UMKM bisa terus tumbuh sehingga pondasi ekonomi tetap kuat.

“Karena UMKM ini yang menyerap tenaga kerja paling banyak, 60 persen sumbangan itu dari UMKM. yang bekerja di sektor-sektor formal itukan sedikit sekali,” ungkapnya.

Khairul mengatakan, agar UMKM bisa tumbuh pemerintah telah memfasilitasi misalnya dengan melakukan promosi produk hingga tingkat nasional baik melalui berbagai event nasional maupun secara online.

“Sehingga harapan kami UMKM kota Tarakan juga bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu saya imbau kepada seluruh masyarakat ini mari kita cintai produk sendiri, produk dalam negeri. Kalau ada disini misalnya ada yang jual sambal belilah sambal di sini, kenapa harus beli sambal dari luar. Kalau ada batik yang bagus disini kenapa kita beli dari luar toh sama saja, menjahit juga kenapa mesti di luar ini pakaian saya semua juga dijahit disini kok,” imbaunya.

Khairul menambahkan, tentu produknya harus berbeda memiliki ciri khas yang harus dipertahankan sehingga harganya tetap kompetitif, misalnya batik tulis. (wic/iik)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mulai 29 November, 806 Peserta Akan Ikuti SKB CPNS Kaltara

29 November 2021 - 11:32 WITA

KM Subur Indah Hilang Kontak di Perairan Pantai Amal

29 November 2021 - 10:05 WITA

Panen Perdana, Bawang Merah Berhasil Dibudidayakan di Tarakan

28 November 2021 - 21:12 WITA

Polres Tarakan Amankan Satu Pelaku Pengeroyokan Pelayan THM, 5 Orang Masih Dikejar

27 November 2021 - 20:40 WITA

Polres Tarakan Gelar Vaksinasi Serentak, Dukung 2,3 Juta Dosis se-Indonesia

27 November 2021 - 19:42 WITA

Hadapi Nataru, Putus dan Tutup Ruang Bagi Covid-19

27 November 2021 - 03:57 WITA

Trending di Daerah