BOGOR, Fokusborneo.com – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sukses menggelar Sidang Pleno XXV di Kota Bogor pada 26–28 Agustus 2026.
Perhelatan akbar tahunan ini dihadiri kurang lebih 500 pengurus dan anggota dari 54 cabang di seluruh Indonesia, mencakup pengurus pusat serta perwakilan wilayah barat, tengah, dan timur.
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., yang diawali dengan sambutan dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Bima Arya Sugiarto.
Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Wakil Ketua Umum I PP ISEI, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., serta Ketua ISEI Cabang Bogor.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Akademisi dalam Mendorong Stabilitas Ekonomi Dinamis, Hilirisasi-Industrialisasi, serta Ekonomi Kerakyatan Menuju Indonesia Maju”, perhelatan ini diisi dengan workshop, seminar nasional, hingga agenda sidang pleno.

Dalam sesi seminar nasional, hadir sejumlah narasumber kunci diantaranya Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebudayaan menyoroti pentingnya ekonomi kerakyatan sebagai agenda productive inclusion.
“Ekonomi kerakyatan bukan lagi sekadar program pelatihan, melainkan pemberian akses sebesar-besarnya bagi pelaku usaha ultra mikro, UMKM, hingga perusahaan nasional dan global terhadap permodalan, pasar, teknologi, keterampilan, dan rantai nilai,” jelasnya.
Ia menilai ukuran keberhasilan ekonomi kerakyatan bukan sekadar siapa yang berhasil, melainkan seberapa banyak masyarakat yang sejahtera di dalamnya.
Narasumber lainnya, Prof. Dr. Bayu Krisnamurthi Ketua Bidang IV PP ISEI dan Guru Besar IPB memaparkan penguatan ekonomi melalui konsep Sumitronomics.
“Pembangunan lebih luas dari sekadar pertumbuhan ini adalah proses transformasi structural. Kita perlu mengubah paradigma lama dari market replacing menjadi market building memperkuat ekosistem agar semua entitas siap bersaing, menyediakan transparansi data, serta mendorong UMKM agar tidak bergantung pada subsidi melainkan aktif berinovasi dan beraliansi,” ujar Bayu.
Sedangkan Arief Wibisono Staf Ahli Menkeu Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal memaparkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna meningkatkan daya saing sektor keuangan Indonesia di tingkat global serta menarik investasi strategis.
Sebagai keynote speaker, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2026 mencapai 5,45% termasuk yang tertinggi di antara negara G20 dengan tingkat inflasi terkendali sebesar 2,88% per Juli 2026.
Pemerintah terus mempercepat berbagai program strategis nasional, mulai dari hilirisasi pertambangan, perkebunan, dan perikanan, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan talenta AI.
Ketua ISEI Cabang Tarakan sekaligus Koordinator Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Nurjannatul Hasanah, S.E., M.M., hadir langsung mengikutsertakan delegasinya dalam seluruh rangkaian acara dari pra-sidang hingga penutupan.
“Arah kebijakan nasional mengenai hilirisasi dan penguatan ekonomi kerakyatan sangat relevan bagi daerah seperti Kalimantan Utara. Melalui momentum Sidang Pleno XXV ini, ISEI Tarakan siap memperkuat sinergi antara akademisi, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah agar UMKM di Kaltara mampu naik kelas dan masuk ke dalam rantai nilai industri,” ujar Nurjannatul Hasanah.
Rangkaian Sidang Pleno XXV ISEI diakhiri dengan penerimaan laporan pertanggungjawaban PP ISEI serta penganugerahan penghargaan kinerja cabang melalui penilaian MONESCO dan indeks kajian daerah.
Sidang pleno secara resmi menetapkan Kota Medan sebagai tuan rumah Kongres ISEI tahun 2027 mendatang dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum PP ISEI.(*/mt)












Discussion about this post