BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) RU V Balikpapan melalui Program Kaliandra (Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah dan Sejahtera) memberikan dukungan di bidang kesehatan dengan menyalurkan bantuan antropometri kit kepada empat Posyandu di Kelurahan Baru Ilir. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung di halaman Puskesmas Baru Ilir pada Rabu (7/10).
Bantuan ini merupakan wujud komitmen PPN RU V Balikpapan dalam berkontribusi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar masyarakat, khususnya bagi bayi, balita, dan lansia. Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas timbangan bayi digital, timbangan dewasa digital, tensimeter digital, alat cek gula darah, kolesterol dan asam urat, stik alat cek gula darah, kolesterol dan asam urat, serta termometer digital.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih optimal. Menurutnya, puskesmas bersama kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami percaya bahwa akses terhadap layanan kesehatan yang memadai merupakan pondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang bayi dan balita yang sehat sebagai generasi penerus bangsa,” tutur Dodi.
Akses terhadap layanan kesehatan dasar perlu mendapat perhatian khusus agar dapat menjangkau seluruh masyarakat sekaligus memudahkan pendataan tumbuh kembang balita. Pendataan yang tepat dan akurat pada balita dapat membantu menurunkan prevalensi stunting di Kota Balikpapan. Selain itu, bantuan yang diberikan juga mendukung peningkatan kesehatan lansia.
Pimpinan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Baru Ilir, Erika, memberikan apresiasi atas bantuan antropometri kit kepada puskesmas dan kader Posyandu, mengingat angka prevalensi stunting di Baru Ilir masih cukup tinggi.
“Bantuan alat antropometri kit balita bermanfaat bagi kader untuk menurunkan prevalensi stunting karena merupakan bentuk intervensi dini. Bantuan juga harus dimanfaatkan dengan baik sehingga mutu pelayanan kepada warga dapat berjalan secara optimal,” tegas Erika.
Pemantauan status gizi yang biasa dilakukan di Posyandu salah satunya melalui pengukuran tubuh balita. Berbagai jenis ukuran fisik dan komposisi tubuh yang diukur meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, dan tebal lemak di bawah kulit. Pengukuran berat badan serta tinggi badan harus dilakukan melalui tahapan-tahapan sesuai standar.
Dukungan tersebut dinilai penting karena Posyandu merupakan garda terdepan dalam pemantauan kesehatan masyarakat. Posyandu balita berperan besar dalam stimulasi, deteksi dini, dan intervensi dini terhadap tumbuh kembang anak balita melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan anak. Posyandu dan puskesmas juga merupakan garda terdepan dalam pengendalian stunting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat dan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Salah satu kader Posyandu, Jamri, menyampaikan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan atas bantuan antropometri kit yang diberikan.
“Terima kasih Pertamina atas bantuan antropometri yang diberikan. Bantuan yang diberikan ini membuat kami lebih semangat melayani warga kami,” ucap Jamri.
Melalui pemberian antropometri kit ini, PT PPN RU V Balikpapan terus berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung program kesehatan pemerintah guna menciptakan generasi yang sehat di masa mendatang. Kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang perlu dijaga dan didukung bersama.(**)













Discussion about this post