BERAU, Maratua – Secara fisik tidak ada masalah kepada perenang bebas Ibrahim Rusli untuk menyeberangi laut bebas antara Pulau Maratua menuju Pulau Kakaban, Berau Kaltim, Minggu (2/2/2020). Sementara alam sangat membantu dalam ekpedisi renang bebas tersebut.
Ibrahim Rusli mengatakan secara fisik tidak ada masalah, bahkan alam sangat membantu (berenang) sehingga lebih cepat karena didorong ombak, masalahnya hanya hewan (Hiu).
“Sempat lihat Hiu, duluan dari pada pengawal, satu saja tadi sempat muncul siripnya,†ujar Aim sapaan akrabnya.
Dengan bantuan alam yakni arus, aksi renang bebas sejauh 7,9 Km ditagetkan 2 jam finish dari target semula 4 jam.
“Terlalu beresiko hewan Hiu, tidak bisa dihindari, tadi sempat 3 Km sekitar 1 jam,†bebernya.
Aksi renang bebas tetap akan dilakukan namun tidak dengan resiko tinggi, Aim tegaskan masih sanggup berenang 10 Km asal kondisi perairan aman.
“Maaf kali ini gagal, karena terlalu beresiko, ini aksi renang bebas ke 14,†katanya.

Sementara itu Herdi warga Maratua membenarkan bahwa perairan Maratua – Kakaban banyak Hiu apalagi musim Utara saat ini.
“Hiu disini tempatnya, pada musim Utara ada banyak, orang sini bilang Hiu Mangali, jelas ganas besarnya mencapai sekitar 4 meter,†terang Herdi.
Baca Artikel Terkait: Aksi Renang Bebas, Ibrahim Rusli Jajal Laut Maratua – Kakaban
Kekawatiran adanya Hiu sudah di pikirkan oleh Marsudi Camat Pulau Maratua, ia menuturkan memang Hiu menjadi perhatian selain cuaca.
Aksi yang dilakukan Aim suatu prestasi yang luar biasa, mampu berenang sejauh ini merupakan prestasi meski harus terhenti karena adanya Hiu.
“Menurut kami warga disini, nekat betul (Aim renang bebas) diluar nalar,†katanya.
Jika kedepan ada ijin aksi renang bebas, kami siap mendukung namun perlu dilakukan persiapan lebih matang jauh hari.
“Kita buat persiapan mungkin ada 4 kapal dan pukat ditengah untuk melindungi perenang,†tutupnya. (aii)














Discussion about this post