TARAKAN – Walikota Tarakan Khairul secara resmi menutup posko pengungsian Pasar Batu Sebengkok, di Halaman Masjid AT Taqwa, Minggu (2/2/2020).
Posko tanggap bencana dibuka selama 14 hari paska kebakaran Pasar Batu Senin, 20 Januari 2020 lalu. Dalam penutupan ini Walikota Tarakan sekaligus menyerahkan seluruh bantuan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.
“Selama 14 hari seluruh bantuan yang terkumpul total ada Rp 978 juta, dibagikan kepada seluruh kepala keluarga (KK), sesuai data ada 226 KK yang akan menerima bantuan,†ujar Walikota Tarakan Khairul, Minggu (2/2/2020).
Bantuan yang diserahkan merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat diluar bantuan dari Gubernur dan Kapolda. Seluruh bantuan logistik dibagi habis kepada korban.
“Bantuan dari Pemkot sebesar Rp 1,5 juta untuk pemilik rumah, Rp 1 juta untuk penyewa, sehingga total per KK mendapatkan sekitar Rp 5,8 juta pemilik rumah, penyewa Rp 5,3 juta,†terangnya.
Selain santunan dana, korban juga mendapatkan bantuan sembako terakhir seperti beras, air mineral, semua dibagikan habis.
Harapanya dana bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk modal kerja. Jika dihitung rata – rata satu kepala keluarga mendapatkan Rp 10 juta.
“Bantuan dari Baznas dan Disdik sudah kita serahkan seperti, baju sekolah, batik, sepatu, buku, alat tulis,†imbuhnya.
Posko masih menyediakan makan sore dan malam, pemerintah akan membantu korban pindah dari posko ke tempat keluarga atau rumah susun.
“Kami telah menyiapkan 24 rumah susun sewa (Rusunawa) secara gratis selama 1 tahun, bebas sewa, hanya bayar listrik, air dan gas,†bebernya.
Sementara itu Asmah salah satu korban kebakaran mengatakan akan pindah ke rumah susun (Rusunawa) yang telah disiapkan pemkot Tarakan.
“Sewa rumah mahal, rencana di Rusunawa, kemarin sudah lihat lumayan bagus, meski di lantai 5,†ucapnya. (aii)















Discussion about this post