• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Nasional

Tol Getaci Dua Kali Gagal Lelang, Pemerintah Diminta Ubah Strategi

by Redaksi
18/04/2026
in Nasional
A A

Infografis progres pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) yang menampilkan pembagian seksi, panjang ruas, tahapan pembangunan, serta rencana jadwal konstruksi dan operasional.

JAKARTA, Fokusborneo,com  – Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) menyoroti mandeknya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Tol Getaci. “Proyek ini sudah dua kali gagal lelang. Proyeknya tidak laku, kurang menarik di mata investor, karena itu pemerintah harus mengubah strategi pembangunan,” ujar Direktur Eksekutif PUKIS M. M. Gibran Sesunan, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4).

Sebagai catatan, Tol Getaci sebetulnya telah mendapatkan investor pada proses lelang yang pertama, namun konsorsium pemenang lelang tersebut gagal memenuhi kewajiban pembiayaan proyek (financial close) sehingga pemerintah terpaksa melakukan lelang ulang, namun tidak berhasil menggaet investor pada saat lelang yang kedua. Karena itu, PUKIS mempertanyakan langkah dan mitigasi yang disiapkan pemerintah demi keberlanjutan proyek ini. “Pemerintah mestinya memiliki rencana alternatif untuk Tol Getaci. Percuma terus-menerus dilelang ulang jika tidak ada perubahan strategi pembangunan dan pengusahaan jalan tol ini,” kata Gibran.

Baca Juga

The 127th REAAA Governing Council Meeting Kunjungi IKN, Soroti Infrastruktur dan Kota Berkelanjutan

Hakim Agung MA RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Gibran menerangkan, gagal lelang ini berdampak serius terhadap keberlangsungan proyek strategis yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah ini. Padahal, investor diperlukan untuk membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bertugas membangun, mengembangkan, dan mengoperasikan ruas ini. Keberadaan BUJT sangat krusial karena mereka bertanggung jawab menyusun perencanaan teknis yang menjadi dasar pelaksanaan konstruksi. Selain itu, BUJT juga bertugas menyiapkan dana talangan dalam pengadaan tanah dalam hal anggaran pemerintah belum siap atau belum bisa dicairkan.

Gibran menuturkan sejumlah alasan proyek jalan tol terpanjang di Indonesia ini kurang diminati investor. Pertama, biaya investasinya sangat tinggi sementara proyeksi lalu lintas jalan tol ini terlampau rendah. Akibatnya, pendapatan dari tarif tol menjadi tidak signifikan bagi badan usaha. PUKIS memperkirakan, proyeksi lalu lintas dari Gedebage hingga Tasikmalaya sebetulnya masih tinggi, namun volume kendaraan dari Tasikmalaya ke Cilacap kemungkinan akan sangat rendah. “Hal ini tentu mempengaruhi tingkat kelayakan proyek sehingga calon investor akan berhitung ulang soal pengembalian investasinya,” terang Gibran.

Kedua, iklim investasi di bidang infrastruktur memang sedang lesu. Kondisi perekonomian yang tidak menentu membuat calon investor memilih bermain aman. Pasalnya, proyek infrastruktur termasuk berisiko tinggi, memerlukan modal yang besar, dan pengembalian investasinya pun jangka panjang. Ditambah lagi, pasar sepertinya melihat infrastruktur tidak lagi menjadi fokus utama pemerintahan saat ini, tercermin dari anggaran infrastruktur yang kian menyusut dalam APBN.

Sebagai rekomendasi, PUKIS menyampaikan beberapa opsi agar proyek Tol Getaci ini dapat berjalan. Alternatif pertama, pemerintah berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan melalui skema dukungan konstruksi (dukon). Dengan skema ini, pemerintah dan badan usaha berbagi beban anggaran dan pelaksanaan konstruksi sehingga hitung-hitungan biaya investasi menjadi lebih masuk akal bagi investor. Skema ini sudah diterapkan pada berbagai proyek jalan tol, di antaranya ruas Semarang-Demak dan Serang-Panimbang yang saat ini juga sedang dibangun.

Namun demikian, Gibran pesimistis soal komitmen anggaran dari pemerintah untuk memberikan dukungan konstruksi karena anggaran infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sangat minim dan prioritasnya bukan untuk jalan tol. Apalagi, Kementerian Pekerjaan Umum belum lama ini menyatakan bahwa pemerintah tidak akan lagi memberikan dukungan konstruksi pada proyek-proyek KPBU.

Alternatif kedua, Presiden dapat memerintahkan badan pengelola investasi milik negara, baik Danantara ataupun INA, untuk “turun gunung” dan masuk ke proyek ini, misalnya dengan menginisiasi dan memimpin konsorsium untuk mengikuti proses lelang berikutnya. Gibran berpendapat, pemerintah telah menawarkan Tol Getaci kepada publik dan dunia usaha, artinya proyek ini dianggap menguntungkan secara komersial. Karena itu Danantara atau INA mestinya turut berpartisipasi menyukseskan proyek ini ketika tidak ada investor lain yang masuk.

Alternatif ketiga adalah merevisi lingkup pengusahaan jalan tol. Caranya dengan membelah ruas Tol Getaci yang terlalu panjang menjadi dua, yakni Tol Gedebage-Tasikmalaya dan Tol Tasikmalaya-Cilacap. Dua ruas ini kemudian dilelang dalam dua paket yang berbeda sehingga biaya investasi setiap paketnya menjadi tidak terlalu besar dan tidak memberatkan investor.

Gibran berpandangan, revisi lingkup pengusahaan jalan tol akan bermanfaat bagi keberlanjutan proyek karena Tol Gedebage-Tasikmalaya lebih mudah dijual kepada investor mengingat kondisi existing maupun potensi lalu lintas yang tinggi. Ketika permintaan (demand) pada ruas Gedebage-Tasikmalaya sudah terbentuk, pemerintah nantinya akan lebih mudah menawarkan ruas Tasikmalaya-Cilacap kepada investor karena konektivitas dan bangkitan lalu lintas sudah semakin baik dan aktivitas perekonomian di sekitar juga sudah lebih menggeliat.

“Intinya harus ada terobosan dari pemerintah untuk Tol Getaci. Jangan hanya bolak-balik lelang-gagal-lelang-gagal tanpa ada kemajuan yang berarti. Tidak apa-apa jika pembangunan difokuskan sampai Tasikmalaya terlebih dahulu ketimbang stagnan seperti sekarang ini,” pungkas Gibran. (**)

Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS)

Tags: InfrastrukturInvestasi InfrastrukturJalan TolJalan Tol Gedebage Tasikmalaya CilacapJawa BaratJawa Tengah.Kementerian PUPRPembangunan NasionalProyek Strategis NasionalPSNTol Getaci

Berita Lainnya

The 127th REAAA Governing Council Meeting Kunjungi IKN, Soroti Infrastruktur dan Kota Berkelanjutan
IKN

The 127th REAAA Governing Council Meeting Kunjungi IKN, Soroti Infrastruktur dan Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 21:01
IKN

Hakim Agung MA RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

1 Oktober 2026 19:31
IKN

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

28 September 2026 20:57
IKN

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

27 September 2026 15:04
IKN

Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

24 September 2026 21:38
IKN

Ketua DPD RI Tinjau Progres Kawasan Legislatif di IKN

22 September 2026 21:10
Next Post

Panen Raya Teras Nawang Bukti Ketahanan Pangan Bulungan, Wagub Kaltara Beri Apresiasi

Turnamen Sumpit Meriahkan Pesta Panen Bulungan, Wagub Tekankan Pelestarian Budaya

RUPST CIMB Niaga Setujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kisah Siganak Hibot, Transformasi Dari Layar SMPN 7 Menuju Gerakan Karakter Kota Tarakan

    Kisah Siganak Hibot, Transformasi Dari Layar SMPN 7 Menuju Gerakan Karakter Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunjungi Yonif TP 922/Upun Taka, Menhan Sjafrie Tekankan Kesiapan Prajurit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danrem 092/Maharajalila Sambut Kunker Menhan di Yonif TP 880/Benuanta dan Yonif TP 922/Upun Taka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkat Perjuangan Hiyatul, Nelayan Tarakan Mendapat Bantuan 40 Mesin Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Tana Tidung, Ibrahim Ali Sambut di Batalyon 922

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Desak Pembentukan PHI Kaltara, Raden: UU Pelindungan Ketenagakerjaan Harus Akomodasi Buruh

Desak Pembentukan PHI Kaltara, Raden: UU Pelindungan Ketenagakerjaan Harus Akomodasi Buruh

7 Oktober 2026 07:25

Mendagri Siapkan Rencana Induk Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltara 2027–2029

6 Oktober 2026 20:20
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP