TARAKAN – Polemik mengenai keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran serta dinamika putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terus menyita perhatian publik dari pusat, hingga daerah, salah satu komunitas Orang Indonesia (OI) Kota Tarakan.
Ketua Badan Pengurus Kota (BPK) OI Tarakan, Che Ageng, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi terkait putusan MK tersebut melalui media.
Che Ageng menilai bahwa riak politik terkait persyaratan administrasi dan pencalonan pejabat publik hendaknya disikapi secara transparan oleh semua pihak.
Menurutnya, keterbukaan informasi di era saat ini sangat penting agar tidak menimbulkan kebingungan dan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kalau memang dari tim Wapres memiliki dokumen atau sertifikat penyetaraan yang sah, sebaiknya dibuka saja secara terbuka kepada publik. Jangan ada yang ditutup-tutupi agar isu ini tidak terus menjadi bola liar dan masyarakat di bawah tidak gonjang-ganjing,” ujar Che Ageng saat diwawancarai.
Selain menyoroti isu transparansi ijazah, ia juga mengkritik proses dan sistem birokrasi penyeleksian yang dinilainya perlu pembenahan total.
Ia menyinggung dinamika independensi lembaga pengawas seperti Bawaslu dan KPU saat proses verifikasi berkas. Menurutnya, apabila birokrasi tidak dibenahi dari hulu ke hilir, masalah serupa akan terus berulang siapa pun pejabat yang menjabat.
Ia juga mengingatkan agar polemik politik seperti ini tidak dijadikan sarana oleh pihak-pihak tertentu untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus-kasus hukum besar lainnya yang sedang bergulir.
Di akhir keterangannya, Che Ageng menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat, khususnya anggota dan simpatiskan OI. Ia mengimbau warga agar tetap tenang, fokus pada kehidupan sehari-hari, dan tidak mudah terprovokasi oleh agenda atau skenario elite politik.
“Kita sebagai masyarakat kecil jangan terlalu terbawa suasana atau ikut terpancing kegaduhan ini. Di sisi lain, kita minta lembaga negara yang berwenang untuk bekerja secara jujur dan profesional agar kepercayaan publik tidak hilang,” pungkasnya. (**)















Discussion about this post