TARAKAN – Hasan Basri kembali terpilih menjadi Ketua Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2023-2027.
Hasan Basri terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI ke 2 Kaltara yang dilaksanakan di Hotel Galaxi, Jumat (5/5/23).
Sebelumnya, ada 2 calon yang maju dalam pemilihan Ketua Pengprov PBSI Kaltara, diantaranya Hasan Basri dan Siswanto. Dalam pemilihan ini, Hasan Basri didukung 4 Pengurus Kabupaten (Pengkab), sedangkan Siswanto hanya 1 Pengkab.
“Secara aturan sebenarnya sudah bisa aklamasi, karena untuk maju dalam pemilihan Ketua Pengprov PBSI Kaltara minimal harus didukung 2 Pengkab sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi) Nomor 1 Tahun 2018. Sedangkan 1 calon kan hanya didukung 1 pengkab,” ujar Ketua Tim Penjaringan Afandi Kamaruddin.
Baca juga : Diantar Pendukungnya Naik Angkot, Hasan Basri Daftar Calon DPD RIÂ
Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Kaltara terpilih Hasan Basri mengatakan meksipun PBSI Kaltara yang masih seumur jagung, tetapi selalu mengikuti semua event baik ditingkat daerah maupun nasional. Harapannya kedepan lebih banyak lagi event yang bisa diikuti PBSI Kaltara.
“PR adalah PON 2024, karena atlet Kaltara ada yang mengikuti pra PON dan sebagainya. Itu juga kita harus siap disitu, karena banyak juga atlet Kaltara yang berprestasi kebetulan posisi sekarang menurut orangtua mereka juga lulus tes kepolisian maupun TNI, sehingga ini perlu kita diskusikan bersama,” kata Hasan Basri.
Ditambahkan Hasan Basri, kebetulan atlet yang lulus di Kepolisian maupun TNI ini, mendapatkan rekomendasi dari PBSI sehingga bisa keterima.
“Sesuai instruksi Kapolri, salah satu yang menjadi pertimbangan kelulusan penerimaan anggota polri adalah punya prestasi dibidang olahraga. Karena itu yang dipertimbangkan jangan sampai setelah menjadi aparat, malah tidak bisa berprestasi,” ungkap HB.
Baca juga : Polda Kaltara Jawab Keresahan Travel Terkait Penumpang Bawa Barang Ilegal Hingga NarkobaÂ
Hasan Basri berharap karena ini ranahnya KONI serta Dinas Pemuda dan Olahraga bisa dikomunikasikan dengan baik. Supaya atlet yang sudah menjadi anggota Polri maupun TNI bisa tetap berprestasi.
“Agar atlet-atlet itu sampai terlantar. Target kita mudah-mudahan bisa lah paling tidak bukan di posisi buncil lah seperti PON yang lalu,” ucapnya.
Menurutnya, mengurus olahraga ini sebagian dari ibadah. Dan sejak mengurus olahraga bulutangkis dari pengurus sampai menjadi ketua, tidak pernah berpindah-pindah cabang olahraga.
“Walaupun itu banyak cabor lain yang meminta untuk menjadi ketua. Karena itu disamping aturan AD/ART juga tidak fokus mengurus olahraga,” tutupnya.(Mt)














Discussion about this post