Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Opini · 28 Nov 2021 11:27 WITA ·

Tidak Semua Bisa Dibeli Dengan Uang


Abdul Jamil Al Rasyid  Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 Perbesar

Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019

   Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019

Uang adalah alat tukar yang diakui di seluruh dunia. Uang di setiap negara di dunia memiliki nama-nama yang berbeda, tetapi fungsinya masih sama. Setiap hari adalah tentang uang, kenapa, orang yang hidup diatas dunia bekerja untuk mencari uang, maka muncul istilah “time is money” waktu adalah uang. Uang sendiri disini ditempatkan sebagai raja diatas dunia, karena dengan uang kita bisa segalanya.

Orang yang memiliki banyak uang dinamakan orang kaya, sultan, konglomerat dan lain sebagai. Penggunaan nama yang lazim digunakan yaitu orang kaya. Kita apabila memiliki banyak uang tentu kita menempatka diri berada satu tingkat diatas orang lain. Hal ini sudah lumrah diketahui bayak orang, semakin banyak uang orang tersebut maka semakin dihormati dalam kehidupan bermasyarakat, begitu sebaliknya semakin miskin, maka semakin dihina oleh orang lain.

Tentu persepsi diatas tidak dapat dielakkan dalam sebuah kehidupan, orang kaya makin kaya, orang miskin dengan segala cacian yang diterimanya. Dengan memiliki banyak uang kita bisa segalanya, membeli sesuatu, melawan kebenaran, dan bisa juga membunuh orang. Uang sebagai alat tukar tentu mempunyai power tersendiri dalam kehidupan. Dengan begitu maka uang bisa dikategorikan sebagai tuhan dunia, karena dengan uang kita bisa segalanya, walaupun uang itu terbuat dan dibuat dari kertas tetapi memiliki nilai yang tinggi dalam masyarakat.

Ketika kita diatas dunia memiliki banyak uang, tetapi ada saja hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, misalnya kebaikan dan akhlak, tentu hal ini tidak bisa dibeli dengan uang, akhlak ialah sesuatu yang dinilai dalam diri seseorang walaupun itu baik dan itu buruk. Seseorang yang memiliki akhlak baik tidak bisa dibeli dengan uang, jangan pernah kita memandang uang bisa merubah akhlak seseorang tentu tidak bisa disogok dan dibayar dengan uang. Kebaikan yang ditanamkan seseorang tentu tidak ada hubungannya dengan uang.

Keluarga yang baik serta harmonis tentu tidak bisa debeli dengan uang, kita lahir dari keluarga kita, maka tentu membuat kita tidak pernah berhenti untuk menyayangi keluarga kita, rasa sayang yang lebih membuat semua hal tentang keluarga tentu tidak bisa dibeli dengan uang. Uang memang diatas segalanya, tapi rasa sayang tidak bisa didapatkan dengan uang. Ada juga rasa sayang dari pasangan kita, ketika pasangan kita bisa membuat kita bahagi tentu ini juga tidak bisa dibeli dengan uang.

width"450"
width"425"

Kesehatan yang baik juga tidak bisa dibeli dengan uang karena orang yang memiliki kesehatan yang baik maka pikiran tentu jernih, uang hanya bisa untuk mengobati kesehatan tersebut. Hal ini tentu menunjang kepada kita bahwa ketika kita sehat, kita bisa bekerja sebaliknya ketika kita sakit kita tidak bisa bekerja, kesehatan dan kesakitan ini adalah ujian yang diberikan oleh Tuhan kita maka ketika sehat kita bisa mencari uang. Mustahil ada orang yang bisa membeli kesehatan dengan uang.

Waktu juga tidak bisa dibeli dengan uang, ketika waktu sudah berlalu maka hal ini dibiarkan berlalu saja. Ketika kita ingin mengulang kembali waktu dan timbul rasa sesal dalam diri kita. Kita tidak bisa membeli nya agar kembali bersama kita. Itulah mengapa penyesalan tentu datang belakangan karena setiap yang disesali tentu tidak bisa dibeli dengan uang. Uang tidak bisa sekompleks tuhan yang bisa segalanya tapi di dunia banyak orang yang mendewakan uang sebagai tuhan.

Dari hal diatas banyak kita ambil pemahaman bahwa uang itu tidak serta bisa membeli keluarga, akhlak, perasaan, waktu, pasangan dan lain-lain. Perasaan tentu saja tidak bisa dibeli, maka hal ini uang itu bisa saja membuat kita memutuskan silaturahmi antara kita, karena menurut penulis uang juga bisa memutus hubungan baik antar orang, oleh karena itu membuat orang yang bermain-main dengan uang bisa saja bertengkar. Hati-hatilah dengan uang karena uang yang banyak bisa saja dihargai oleh orang dan dicap oleh orang orang kaya. Hal seperti ini tentu kita hindari dalam hidup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pancasila Jadi Acuan Seluruh Aspek Kehidupan

1 Juni 2022 - 11:43 WITA

“Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung”

14 Mei 2022 - 14:19 WITA

Kultum : Ramadhanku Telah Pergi

7 Mei 2022 - 22:56 WITA

Kultum : Ramadhan Terakhir

30 April 2022 - 05:23 WITA

Kultum : Menjadi Pemenang di Hari Kemenangan

29 April 2022 - 19:11 WITA

Dishub Kontra Rajawali jadi Laga Penutup

27 April 2022 - 13:59 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!