• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Kultum : Ramadhan Terakhir

by Redaksi
30/04/2022
in Opini
A A
Kultum : Melukis sejarah hidup dengan Al-Qur’an

Syamsuddin Arfah (DPRD Provinsi Kaltara Komisi 4 Membidangi Pendidikan). Foto : Ist.

“Engkau mengharapkan kesuksesan tetapi engkau tidak menempuh jalan-jalan nya, ketahuilah bahwa kapal tidak akan berlayar diatas daratan” (Kata Bijak)

Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukan suatu daerah.

Baca Juga

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya: “Dalam perjalanan, nanti malam, kita akan melintasi sungai. Ambillah apapun yang terinjak yang ada di sungai itu”

Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada tiga golongan prajurit.

Golongan yang pertama tidak mengambil apapun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu.

Golongan yang kedua mengambil ala kadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah Raja.

Golongan yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam…?

Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Sedangkan prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku tasawuf modern karya Buya Hamka

Tidak lama lagi kita akan ditinggalkan ramadhan. Di dalamnya banyak sekali keberkahan. Dan kita memiliki tiga pilihan.

Melewati ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikitpun.

Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.

Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Ramadhan kariim, semoga kita termasuk golongan yang mendapat magfirah, rahmat dan keberkahan.

Sahabat yang beriman, perempuan sosialita pernah menulis di status pada FB nya dengan komentar: “anda berpenampilan seksi, suka keluyuran, jarang menunaikan shalat, tetapi ketika berdoa: “minta nya mendapatkan imam (pendamping) yang sholeh”, emang mau ngucik dari mana ?”.

Walaupun ini hanya sekedar kelakar di media sosial, tetapi kesan yang terdalam adalah antara do’a dan kenyatan diri yang sebenarnya harus berimbang dan berbanding lurus, ingin mendapatkan imam yang sholeh, ya kudu harus menjadi wanita sholehah juga, kan begitu semestinya dan seharusnya.

Maksud saya jika ingin untuk memperoleh lailatul qadar tentu harus berimbang dengan pensikapan kita terhadap Ramadhan, Bagamana ingin untuk meraih malam seribu bulan, sedang kita terlena dengan istirahat yang banyak serta tidur yang tidak kurang, I’tikaf pun di rekayasa sesempatnya, baca Al-Qur’an dibaca sekenanya di waktu yang sisa, tidak sempat menggali ma’na yang terkandung di dalam nya, apalagi sampai mengamalkan nya.  berinfak alakadar nya, bukan semaksimal nya. Ingin berharap surga dalam lamunan, tetapi ibadah dalam keterlenaan.

Betapa cepat Ramadhan meninggalkan kita, tak terkejar langkah nya yang semakin cepat melesak bak anak panah yang meluncur dari busur nya. Sementara kita lagi di buai dan di nina bobokan dengan pekerjaan, dagangan dan lain-lain, di buai dengan tatapan indah keduniaan, sibuk menyiapkan segala sesuatu nya untuk berlebaran, sedang Ramadhan menjadi tanpa isi dan tanpa ma’na.

Kita meminta ni’mat kubur dan bukan siksa kubur, kita meminta surga dan di jauhkan dari neraka. Tetapi Ramadhan dilalaikan seakan bertemu dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang. Emank ajal serta umur ditangan kita? Emank kematian kita yang atur? Seakan mendapat jaminan untuk bertemu Ramadhan kedepan nya.

Sahabat yang beriman, jadikan Ramadhan ini adalah Ramadhan yang terakhir, ketahuilah bahwa yang sangat menyesal, penuh kesedihan dan kekecewaan adalah penghuni kubur, mereka ingin untuk keluar dari kubur, beribadah dengan kesungguhan dan sepenuh hati tanpa pernah menyia-nyiakan waktu yang ada pada Ramadhan ini, walaupun, sedetik, semenit, sehari dan seterus nya, sedang kita yang diberikan Ramadhan pada ogah-ogahan.

Sahabat yang beriman yang perlu di catat dalam benak kita adalah “Ramadhan bukan tentang siapa yang pertama datang menyambut, tetapi siapa yang paling kuat bertahan hingga akhir di penghujung Ramadhan”.

“Ya Allah sesungguhnya engkau maha pemaaf, engkau suka memberi maaf, maka maafkan lah kami”.

“ Ya Allah jadikan lah umur terbaik kami, ada di akhir usia kami dan jadikanlah amal-amal kami yang terbaik ada di penghujung dan penutup nya, serta jadikanlah hari-hari terbaik kami adalah hari-hari di saat kami berjumpa denganMu.”

Allahu a’lamu bis-shawab.

 

Oleh: Syamsuddin Arfah

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Ulul Albab Kota Tarakan

Tags: Anggota DPRD Provinsi KaltaraHeadlineIdul FitriKetua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Ulul AlbabKultumramadhanSyamsuddin Arfah

Berita Lainnya

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  
Ekonomi

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

31 Agustus 2026 13:00
Opini

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

27 Agustus 2026 15:45
Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?
Opini

Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?

26 Agustus 2026 16:37
Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS
Ekonomi

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

18 Agustus 2026 18:59
Next Post

Akademisi: Upaya diplomasi Jokowi terkait Ukraina patut diapresiasi

Aksi Simpatik, Jasa Raharja Serahkan Bingkisan dan APD di Pos Pam Lebaran Operasi Ketupat Kayan 2022

Aksi Simpatik, Jasa Raharja Serahkan Bingkisan dan APD di Pos Pam Lebaran Operasi Ketupat Kayan 2022

Bupati Merauke dorong percepatan pemekaran Papua Selatan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Sikat Pelaku Curanmor, Tim URC Resmob Polda Kaltara Bekuk Dua Pria di Bulungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Pujasera Jalan Jenderal Sudirman Dihebohkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Gerobak Dagangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasat Narkoba dan Samapta Polresta Bulungan Berganti, Kombes Rofikoh Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ikhtiar Spiritual dan Cinta Rasul: BRI Branch Office Samarinda Gajah Mada Gelar Sholat Istisqa dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lulusan S2 Dijaring untuk Penuhi Kebutuhan Dosen IAIN Tana Tidung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Gelar Razia P2KB, Samsat Tarakan Kejar Target PAD Rp42 Miliar

Gelar Razia P2KB, Samsat Tarakan Kejar Target PAD Rp42 Miliar

16 September 2026 12:06
Ikan Tipis Berpotensi Tebal

Ikan Tipis Berpotensi Tebal

16 September 2026 08:40
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP