• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Kursi Ke 4

by Redaksi
17 November 2022 20:18
in Opini
A A
0
Kursi Ke 4

Anggota DPR RI Deddy Sitorus bersama istri. Foto : Ist

Oleh: Doddy Irvan (Pai)

Hari ini, 17 November Deddy Yevri Hanteru Sitorus ulang tahun ke 52. Anggaplah tulisan ini sebagai hadiah dari saya. Tapi hadiah kecil ini akan saya berikan untuk Ida Suryani, istrinya. Kok bisa?

Bagi politisi, usia 50 tahun adalah golden age. Seperti buah mangga, lagi ranum-ranumnya. Begitu pula Deddy Sitorus. Ia semakin matang. Tenang dan mampu menunjukkan kemampuannya menembus jagad politik papan atas.

Baca Juga

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan

Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang

Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa

Tidak banyak politisi new comer punya kemampuan seperti Deddy. Saya memberikan contoh satu saja. Deddy Sitorus kerap menjadi juru bicara atau juru debat dalam talk show papan atas ILC. Dia bicara mewakili partainya PDI Perjuangan.

Padahal, banyak sekali anak buah Megawati Soekarnoputri yang jago-jago. Tapi Deddy yang terpilih. Itu menandakan dia berkualitas. Retorikanya. Pilihan diksinya mampu mewakili sikap PDI Perjuangan terhadap satu isu.

Saya meyakini, kemampuannya itu didapat dari seorang teman debat yang andal. Yah, siapa lagi kalau bukan Ida Suryani.

Ibu tiga anak ini bukan istri biasa. Yang hanya mengurus rumah dan tangga. Dia juga menjadi teman diskusi. Dia menjadi rem, saat Deddy terlampau laju. Sesekali, Ida yang menginjak gas, ketika suaminya mulai kendor.

Siapa Ida Suryani? Sarjana ekonomi UGM ini lahir di Ambon Maluku, 46 tahun lalu. Ayahnya seorang hakim.

“Hakim itu tugasnya pindah-pindah. makanya aku lahir di Ambon waktu Papa tugas disana,” kata Ida memulai kisahnya.

Tidak hanya Ambon dan Tual. Setiap 5 tahun sekali Ayahnya berpindah tugas. Mulai Sulawesi, Sumatera, Jawa hingga Kalimantan.

“Cuma Papua yang belum pernah. Habis Papa nolak, kalau mau dipindah ke Papua. Apalagi dulu belum kondusif,” lanjutnya.

Makanya Ida sangat familier dengan suasana sidang pengadilan. Betapa tidak, hampir setiap hari Ia nongkrong di pengadilan. Duduk di pojok ruang sidang, sambil mengerjakan PR. Menyaksikan Ayahnya mengadili orang.

“Aku sudah biasa melihat terdakwa. Ada yang pura-pura gila. Tiba-tiba religius. Pokoknya serulah,” katanya sambil tertawa.

Uniknya, saat melanjutkan kuliah, Ida tidak mengambil jurusan hukum. Ia malah memilih akutansi. Itu karena orang tuanya membebaskan anak-anaknya memilih masa depan. Tidak ada paksaan mengikuti jejak orang tuanya.

Tapi keluarga ini akhirnya ada yang mengikuti jejak sang ayah menjadi hakim.

“Adik ku perempuan sekarang jadi hakim. Tugasnya di PN Cirebon. Untunglah dia bisa meneruskan jejak Papah,” lanjutnya.

Ida mengakui, Ia memiliki karakter tidak tegaan. Mungkin ini akibat sering melihat sidang di pengadilan. Ia mengaku tidak sampai hati menyaksikan orang yang mengiba-iba sambil menangis.

“Kalau aku jadi hakim pasti banyak terdakwa yang ku bebaskan,” kata Ida sambil tertawa.

Makanya Ida serius menjadi akuntan. Setelah lulus, Ia bekerja di kantor akuntan publik sebagai auditor. Hingga akhirnya diterima di World Bank. Untuk memperdalam ilmunya Ia juga kuliah S2 Master Business Administration Major International Finance di Universitas Gajah Mada.

Setelah itu, Ida bekerja di United Nations Development Programme (UNDP) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Pernah juga di World Bank Programme dan USAID Programme. Sampai akhirnya, kerja di Kedutaan Besar Inggris.”

Saya sempat mengira Ida adalah seorang wanita jawa. Tutur katanya lembut. Wajahnya pun tak mencirikan perempuan Batak. Rupanya Ia Batak tulen. Bermarga Nainggolan.

Tapi, Ida begitu kontradiktif dibandingkan suaminya. Deddy terkesan keras. Terdengar dari intonasi suaranya. Itulah mungkin pasangan ini saling melengkapi. Ida sebagai penyejuk saat hati suaminya gundah gulana. Dan cendrung mengalah.

Sikap ini Ida tunjukkan saat mendapat beasiswa sekolah di luar negeri. Ia ingin sekali mengambil kesempatan itu. Namun, disaat bersamaan Deddy Sitorus juga memperoleh beasiswa di Inggris. Nah, bingunglah mereka. Apalagi saat itu, punya dua anak kecil. Akhirnya, Ida yang mengalah. Dia memilih mengubur impiannya demi suami dan anaknya.

Begitu pula ketika Deddy Sitorus gagal saat pertama kali ikut pertarungan legislatif di Riau. Kala itu, bersama anak-anaknya, Ida menemani suaminya mencari suara. Sayang, dikesempatan pertama itu Deddy Sitorus gagal. Pengalaman yang sungguh sangat menyakitkan. Keluarga kecil ini terpukul. Tapi sebagai istri, Ida terus memompa semangat suaminya.

Kiprah Deddy di dunia politik terus berlanjut meski tak lolos ke Senayan. Ia malah dipercaya masuk dalam tim pemenangan Joko Widodo periode pertama. Setelah Jokowi menang, Deddy direkrut menjadi Staf Ahli Menteri BUMN Rini Sumarno. Ia juga diangkat menjadi Komisaris disejumlah BUMN.

Akhirnya masuk waktu kampanye. Trauma di Riau sudah sirna. Deddy Sitorus pun ditunjuk untuk ikut bertarung memperebutkan kursi DPR RI Dapil Kalimantan Utara.

Ida Suryani juga kembali turun gunung. Ia ikut mendampingi suaminya. Kampanye dari desa ke desa di pedalaman. Usaha memang tidak menghianati hasil. Hampir satu tahun lebih bolak-balik Jakarta-Kaltara dia lakoni. Ikut mengorganisir relawan. Membangun jaringan dan yang paling utama adalah mendampingi suaminya. Mempersiapkan seluruh tetek-bengek. Mulai makanan, suplemen, pakaian hingga membuat agenda.

Makanya jangan heran, popularitas Ida nyaris sejajar dengan Deddy Sitorus. Ia sangat dikenal di kantong-kantong suara Deddy.

Setelah terpilih pun, Ida tetap menemani Deddy dalam kunjungan Dapil. Saya melihat sendiri, Ida tergopoh-gopoh mencari tempat yang nyaman untuk mengikuti zoom meeting kantornya. Atau saat Deddy menemui warga Ia kerja di mobil.

Itulah caranya membagi waktu. Tetap bekerja sambil mendampingi suaminya. Apakah itu kemauan Deddy Sitorus? Ida mengakui iya. Tapi, mendampingi suami saat kunjungan kerja di Dapil adalah perintah Ketua Umum PDI Perjuangan.

“Ibu Mega menyampaikan itu saat mengumpulkan istri-istri anggota DPR RI yang baru. Tugas kami selain mendampingi juga diminta untuk memperkenalkan partai,” jelasnya.

Makanya tak jarang, Ida juga membuat postingan terkait agenda kerja Deddy Sitorus di Dapil.

“Kami para istri juga dipantau partai,” ungkapnya.

Satu lagi pesan Megawati yang selalu diingat Ida. Apa itu? Soal penampilan. Megawati tidak ingin istri anggota DPR RI hidup glamour. Pakai tas branded atau mengenakan barang-barang mewah.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu tak ingin penampilan istri wakil rakyat malah tidak merakyat.

“Ibu Mega kadang menegur di depan umum kalau ada teman-teman pakai tas branded. Beliau mengingatkan, bahwa PDI Perjuangan adalah partai wong cilik. Harus bisa menyesuaikan dengan kondisi rakyat,” ucapnya.

Itulah Ida Suryani. Penampilannya selalu sederhana. Pakai celana jeans, t-shirt plus topi New Yorkers. Kalau berada ditengah-tengah warga desa, kita tak bisa membedakannya.

Tapi jangan ditanya perannya. Saya menjulukinya, anggota DPR RI kursi ke 4 Dapil Kaltara.

Selamat ulang tahun Deddy Sitorus. Tulisan ini adalah hadiah untuk Ida Suryani. (pai)

Tags: Deddy SitorusDoddy IrvanHeadline
ShareTweetSendShareSend

Berita Lainnya

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy
Opini

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

6 Januari 2026 15:27
Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan
Opini

Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan

2 Januari 2026 08:53
Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang
Opini

Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang

29 Desember 2025 20:02
Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa
Opini

Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa

22 Desember 2025 05:49
Kalimantan Utara: Potensi Besar, Langkah Strategis Menuju Episentrum Baru
Ekonomi

Kalimantan Utara: Potensi Besar, Langkah Strategis Menuju Episentrum Baru

25 November 2025 11:25
Padamnya “Pelita”: Ketika “Api” Kebodohan Lebih Didengar daripada Suara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Opini

Padamnya “Pelita”: Ketika “Api” Kebodohan Lebih Didengar daripada Suara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

25 November 2025 05:53
Next Post
Pengesahan Ranperda Penyelenggara Pendidikan Tunggu Fasilitasi ke Kemendagri Selesai

Pengesahan Ranperda Penyelenggara Pendidikan Tunggu Fasilitasi ke Kemendagri Selesai

Redi Nurpani Nahkodai KNPI Tana Tidung

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2022 Meningkat

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2022 Meningkat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • UBT Tegaskan Status Dosen Non-ASN Bukan Diberhentikan, Tapi Kontrak Berakhir per 31 Desember 2025

    UBT Tegaskan Status Dosen Non-ASN Bukan Diberhentikan, Tapi Kontrak Berakhir per 31 Desember 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peternak Ayam Lokal Tarakan Resah, Masuknya Perusahaan Nasional Diduga Ancam Harga Pasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Isu Pemberhentian 14 Pegawai via Zoom, Rektor UBT Tegaskan Sudah Sesuai Prosedur 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolda Kaltara: Kenaikan Pangkat Adalah Amanah dan Tanggung Jawab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMK Balikpapan 2026 Ditetapkan, Pemkot Tekankan Stabilitas dan Sinergi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya di Karawang

7 Januari 2026 22:08

Trafik Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan di Periode Tahun Baru

7 Januari 2026 22:02
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP