• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Padamnya “Pelita”: Ketika “Api” Kebodohan Lebih Didengar daripada Suara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

by Redaksi
25/11/2025
in Opini
A A
Padamnya “Pelita”: Ketika “Api” Kebodohan Lebih Didengar daripada Suara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Bahar Mahmud, S.Pd. Gr Guru SMAIT Ulul Albab. Foto: ist

TARAKAN, Fokusborneo.com – Saya ingin memulai tulisan ini dengan mengutip UUD 1945 Amandemen ke-4:

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

Baca Juga

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

Dari amanat konstitusi ini, kita memahami bahwa negara memiliki tekad besar untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas bukan hanya kualitas raganya, tetapi juga kualitas jiwanya melalui pendidikan. Negara bahkan menyiapkan anggaran 20% dari APBN demi memastikan tujuan mulia ini tercapai.

Namun di negeri yang memiliki cita-cita luhur membangun peradaban melalui pendidikan ini, kita justru menyaksikan ironi yang menyakitkan. Pelita-pelita bangsa yang bergelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa perlahan dipadamkan oleh kebodohan yang sering berlindung di balik regulasi.

Hari Guru Nasional tahun ini seharusnya menjadi momentum penghormatan. Tetapi apa artinya penghormatan jika pada saat yang sama, tangan-tangan para guru justru dibelenggu ketakutan?

Kita hidup di era ketika guru bisa dipenjara hanya karena menjalankan disiplin pendidikan, sementara perilaku yang merusak karakter bangsa sering dibiarkan tumbuh tanpa arah. Guru yang dahulu dihormati sebagai pelita penerang jalan gelap, kini diperlakukan seolah mereka ancaman.

Di banyak tempat, guru tak lagi bebas mendidik. Setiap teguran dianggap kekerasan. Setiap pendisiplinan dianggap kriminal. Setiap upaya membentuk karakter dianggap melampaui batas.

Lalu kita bertanya-tanya:

Mengapa kualitas pendidikan merosot Mengapa karakter generasi muda semakin rapuh? Mengapa kecerdasan emosional dan moral terasa menipis? Jawabannya sederhana: karena pelitanya kita matikan sendiri.

Kita membiarkan para guru berjalan di lorong pendidikan dengan rasa was-was, takut dilaporkan, takut dipidana, takut diviralkan. Padahal tidak ada bangsa maju yang membuat para gurunya takut.

Tidak ada peradaban hebat yang memaksa pendidiknya diam. Tidak ada masa depan cerah yang lahir dari regulasi yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Sementara pelita itu padam satu per satu, api kebodohan justru menyala. Ia menyala dalam bentuk sistem pendidikan yang lebih sibuk mengejar angka daripada karakter.

Orang tua yang menuntut guru sempurna, tetapi lupa mendampingi anak-anak mereka pada momen terpenting hidupnya.

Masyarakat yang cepat menghakimi guru tanpa melihat konteks. Hukum yang tak memberi ruang bagi pendidik untuk menegakkan disiplin secara manusiawi.

Api kebodohan itu menyala bukan karena kita tidak punya guru, tetapi karena kita tidak lagi mendengar mereka.

Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni atau ucapan klise. Ini adalah refleksi keras bahwa bangsa yang menghukum gurunya adalah bangsa yang sedang menggali kuburnya sendiri pelan tapi pasti.

Peradaban tidak runtuh oleh kurangnya teknologi. Peradaban runtuh ketika orang bijak dibungkam, sedangkan suara-suara bising tanpa makna justru diikuti.

Maka, sebelum semuanya terlambat, sebelum pelita terakhir padam dan api kebodohan membakar ruang belajar serta masa depan anak-anak kita. Maka kita harus memilih untuk kembali mendengar guru.

Melindungi mereka. Memberi ruang bagi mereka untuk mendidik dengan wibawa, bukan ketakutan.Menghormati mereka, bukan hanya memajang wajah mereka di spanduk dan media sosial.

Hari Guru Nasional adalah cermin. Dan hari ini, cermin itu memperlihatkan wajah bangsa yang harus berani berubah.

Karena tanpa guru, tidak ada bangsa. Dan tanpa keberanian untuk melindungi guru, tidak ada masa depan yang layak diperjuangkan.

Selamat Hari Guru Nasional 2025.

Guru Hebat, Indonesia Kuat.

Penulis : Bahar Mahmud, S.Pd. Gr

Guru SMAIT Ulul Albab

Tags: Bahar MahmudGURUHari Guru Nasional 2025HeadlinePahlawanS.Pd. GrSMAIT Ulul Albab

Berita Lainnya

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”
Ekonomi

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

27 Juli 2026 12:03
Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan
Ekonomi

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

27 Juli 2026 10:51
Opini

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

25 Juli 2026 09:33
Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang
Opini

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

18 Juli 2026 08:58
Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah
Opini

Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah

1 Juli 2026 12:26
BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​
Opini

BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​

24 Juni 2026 22:37
Next Post

Dorong Kinerja Unggul, PT Pertamina Hulu Indonesia Tekankan Pentingnya Kesehatan Fisik-Mental Pekerja Migas

Kalimantan Utara: Potensi Besar, Langkah Strategis Menuju Episentrum Baru

Kalimantan Utara: Potensi Besar, Langkah Strategis Menuju Episentrum Baru

Waspada Curanmor! Tim Patroli Batalyon B Brimob Kaltim Sambangi Warga Samarinda Kota

Waspada Curanmor! Tim Patroli Batalyon B Brimob Kaltim Sambangi Warga Samarinda Kota

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langsung Diserbu Pencaker, PT PRI Sediakan 13 Posisi Strategis di Job Fair Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Pengadilan Tinggi, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ibrahim Ali Antar Kepala Desa Sambungan ke Peristirahatan Terakhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperinaker Tarakan Bakal Gelar Mini Job Fair 30 Juli, Targetkan 500 Lowongan Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Sushi Ten Blue Sky Hotel Balikpapan Hadirkan Sensasi All You Can Eat Premium

1 Agustus 2026 20:29

Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026

1 Agustus 2026 18:11
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP