TARAKAN, Fokusborneo.com – Kondisi sarana belajar di SMK Negeri 4 Tarakan tengah menjadi perhatian publik setelah keluhan salah satu orang tua siswa viral di media sosial.
Kurangnya ruang kelas membuat pihak sekolah terpaksa memanfaatkan bangunan bekas gudang untuk proses belajar mengajar.
Gedung yang terletak di bagian belakang sekolah tersebut disekat menjadi 10 ruangan. Meski telah dilengkapi kipas angin, kondisi lantai yang belum dikeramik serta dinding berbahan kayu lapis (triplek) membuat ruangan cenderung berdebu dan pengap, sehingga memicu kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan anak-anak mereka.
Kepala SMKN 4 Tarakan, Aliyas Imran, menanggapi situasi ini dengan sikap terbuka. Ia mengakui kondisi tersebut jauh dari kata ideal, namun terpaksa diambil sebagai solusi darurat demi menampung 743 siswa yang ada.
”Kami tidak menyalahkan kekhawatiran orang tua, karena kondisinya memang demikian,” ujar Aliyas, Senin (2/2/26).
Ilyas menambahkan sekolah sangat memprioritaskan kondisi kesehatan siswa. Jika ada siswa yang merasa sesak atau terganggu kesehatannya, pihak sekolah segera memindahkan mereka ke ruang kelas yang lebih layak.
Sejauh ini, SMKN 4 Tarakan baru memiliki tiga ruang kelas permanen yang sudah dilengkapi fasilitas memadai seperti AC. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 24 ruang kelas.
Pihak sekolah menjelaskan proses pembangunan gedung selama ini dilakukan secara bertahap. Terkait kelanjutan pembangunan fisik secara menyeluruh, Aliyas menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai pemegang otoritas aset.
”Kami pada dasarnya adalah penerima manfaat. Jika ada pembangunan, tentu kami sangat siap dan bersyukur demi kenyamanan belajar siswa,” tutupnya.(*/mt)

















Discussion about this post