TARAKAN, Fokusborneo.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai tancap gas menggelar forum konsultasi publik Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Kepala Disdik Kota Tarakan, Thamrin Toha, menegaskan kepatuhan terhadap aturan administratif, khususnya terkait domisili, menjadi prioritas utama demi kelancaran proses seleksi.
Dalam forum dengan mengundang Anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan dr. Yuli Indrayani, Camat, Lurah, kepala sekolah, komite se-Tota Tarakan yang digelar di Aula SMP Negeri, Selasa (5/5/26), Thamrin memberikan penekanan khusus terkait masalah domisili yang kerap menjadi kendala di lapangan pada tahun-tahun sebelumnya.
Thamrin mengungkapkan banyak calon pendaftar yang seringkali baru mengurus surat keterangan domisili sesaat sebelum proses pendaftaran dimulai. Padahal, sesuai dengan Juknis SPMB tahun 2026 yang telah ditetapkan, calon peserta didik wajib memiliki keterangan domisili minimal satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB.
”Contoh misalnya yang sering kali terjadi itu masalah domisili. Di Juknis ditentukan satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB itu sudah harus memiliki keterangan domisili. Banyak yang terjadi nanti mau mendaftar anaknya, baru diurus keterangan domisilinya,” ujar Thamrin.
Ia mengimbau masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan sejak awal agar tidak menimbulkan masalah saat proses pendaftaran berlangsung.
Sebagai langkah pencegahan terhadap praktik kecurangan atau pemalsuan data, Disdik Kota Tarakan menyiapkan sanksi tegas. Thamrin menegaskan sistem pendaftaran menyediakan kanal pengaduan, dan pihak sekolah akan melakukan verifikasi ketat.
”Kalau misalnya memberikan keterangan tidak betul atau palsu, ya tentu ada konsekuensinya. Itu bisa dianulir. Ya, bisa digugurkan,” tegasnya.
Selain masalah domisili, Thamrin juga menyinggung mengenai perubahan persyaratan pada jalur prestasi tahun ini, di mana nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi salah satu faktor penentu kelulusan.
Saat ini, rangkaian sosialisasi masih terus berjalan, baik melalui tatap muka maupun media sosial. Disdik Tarakan menjadwalkan pelaksanaan SPMB akan dimulai pada akhir Juni 2026.
Untuk meminimalisir kendala teknis, Thamrin juga mengharapkan dukungan penuh dari pihak PLN untuk menjaga keandalan listrik dan Telkom untuk kestabilan koneksi internet selama masa pendaftaran.
”Kita berharap selama pelaksanaan SPMB itu berjalan lancar. Kita juga mengantisipasi gangguan internet dan berharap dukungan PLN supaya tidak ada mati lampu selama pelaksanaan,” pungkas Thamrin.(*/mt)














Discussion about this post