TARAKAN, Fokusborneo.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Tarakan tidak hanya berfokus menghadirkan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak, tetapi juga berupaya menjamin kenyamanan tempat tinggal melalui fasilitas asrama siswa yang memadai.
Meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan operasional seperti kebutuhan listrik yang stabil, kehadiran asrama ini menjadi wujud asa dalam merangkul kebutuhan tempat tinggal dan belajar yang terintegrasi bagi para siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan Wali Asrama SRT 2 Kota Tarakan, Eko Saputro, saat ditemui di lokasi, Selasa (27/10/26).
Menurut Eko, fasilitas fisik yang ada sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan kebersihan dan kenyamanan para siswa. Setiap kamar diisi oleh jumlah anak yang bervariasi, berkisar antara 19 hingga 23 orang per kamar.
Kendati demikian, Eko tidak menampik pihaknya sempat mengalami beberapa kendala mendasar pada masa awal kepindahan.
”Kendala pertama itu listrik, karena sekarang ini masih pakai genset. Kalau genset bermasalah, listrik mati, apalagi pas malam hari, anak-anak pasti nangis, terutama anak-anak kecil yang SD, jadi teriak-teriakan karena gelap gulita,” ujar Eko, Selasa (27/10/26).
Selain masalah kelistrikan, asrama sempat menghadapi kendala pada aliran air bersih akibat distribusi dari PDAM yang belum sepenuhnya lancar serta adanya pipa yang sempat mengalami kebocoran.
Kendati demikian, Eko bersyukur permasalahan pipa air saat ini telah berhasil diperbaiki dan aliran air sudah kembali normal.
Menanggapi berbagai kendala tersebut, pihak asrama sangat mengharapkan adanya percepatan penyelesaian pembangunan fasilitas agar kebutuhan pokok para siswa dapat segera teratasi secara optimal.
Eko berharap pembangunan SRT 2 Kota Tarakan segera selesai, supaya pemisahan fasilitas antarjenjang pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA bisa dilakukan dan tidak tercampur di masa mendatang, sehingga setiap jenjang nantinya dapat memiliki ruang makan dan asrama yang mandiri.(*/mt)













Discussion about this post