TARAKAN, Fokusborneo.com – Pembangunan fasilitas pendidikan strategis Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kaltara, terus memacu penyelesaian fisik di lapangan.
Proyek yang digadang-gadang menjadi pusat pendidikan terpadu di Kota Tarakan ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada akhir November.
Meskipun saat ini pengerjaan menunjukkan kemajuan yang berarti, pelaksana proyek mengakui adanya keterlambatan dari jadwal ideal akibat kendala teknis penyiapan lahan di tahap awal.
Kondisi lahan tapak bangunan yang semula berupa area rawa memaksa tim penyedia jasa melakukan pekerjaan penimbunan ekstra hingga setinggi tiga meter.
Di tengah proses percepatan pengerjaan, pihak penyedia jasa menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat atas amanah dan kepercayaan yang diberikan dalam membangun sarana pendidikan tersebut.
Perwakilan penyedia jasa, Reni, menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada jajaran pimpinan negara dan kementerian.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden serta Bapak Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Tarakan oleh Kementerian PU melalui Ditjen Prasarana Strategis ini merupakan langkah yang sangat vital bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Utara. Kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab ini,” ujar Reni, Selasa (27/10/26).
Terkait dinamika waktu pelaksanaan, Reni mengungkapkan proyek ini menghadapi kendala geografis dan teknis yang sangat signifikan sejak awal pengerjaan.
Lahan yang dialokasikan merupakan area rawa-rawa yang tidak bisa langsung didirikan bangunan di atasnya, sehingga memerlukan proses pemilahan, pemotongan, dan penimbunan tanah yang masif.
Proses penimbunan tanah keras setinggi tiga meter di seluruh tapak lahan rawa tersebut memakan waktu yang sangat lama dan menguras durasi pengerjaan efisien.
“Yang menjadi kendala utama kemarin itu dari pematangan lahan. Bahwasanya lahan yang diberikan itu belum siap untuk pembangunan, lahannya rawa. Jadi pematangan lahan dan penimbunan itu memotong waktu hingga 77 hari kerja. Penimbunannya sendiri menambah ketinggian tanah sampai 3 meter dari lahan dasar untuk keseluruhan area,” kata Reni menjelaskan.
Reni menambahkan, tantangan penimbunan ini semakin berat ketika diperparah oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi. Karena kondisi tanah timbunan masih tergolong baru dan rentan tergenang, proses mobilisasi alat berat serta material pembangunan sempat terhambat.
“Selama proses menimbun itu juga ada curah hujan tinggi. Karena ini lahannya timbunan, jadi sangat rentan dan susah untuk mobilisasi peralatan maupun material. Harusnya kalau lahan sudah siap sejak awal, pembangunan bisa berjalan jauh lebih cepat,” tambahnya.
Akibat pematangan lahan yang menyita waktu lebih dari dua bulan tersebut, jadwal penyelesaian proyek mengalami pergeseran dari target total pengerjaan 240 hari sesuai kontrak.
Kendati sempat tertahan proses penimbunan rawa, pengerjaan konstruksi kini telah menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki minggu ke-43, capaian fisik total dilaporkan telah menyentuh angka 74,7 persen.
Secara keseluruhan, kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Tarakan ini terdapat 8 unit bangunan utama yang sudah selesai dikerjakan 100 persen dan mulai difungsikan secara bertahap.
“Untuk progres pembangunan saat ini di minggu ke-43 sudah di angka 74,7 persen. Bangunan yang sudah selesai 100 persen ada 8 gedung, di antaranya gedung asrama putra dan putri SMP, kantin, gedung ibadah, gedung kelas SMP, gedung SMA, serta dapur dan gudang. Semuanya sudah fungsional,” ungkap Reni.
Selain fisik gedung, penyedia jasa juga telah melengkapi sarana penunjang seperti interior dan furnitur. Fasilitas seperti ranjang, kasur asrama, serta meja dan kursi belajar telah tersedia 100 persen.
Untuk kebutuhan dasar listrik dan air, suplai PLN serta pasokan mekanikal, elektrikal, dan pemipaan (plumbing) sedang dalam tahap penyempurnaan, dengan dukungan genset sebagai cadangan operasional sementara.
Menghadapi sisa pekerjaan, pihak kontraktor terus memacu percepatan pengerjaan di lapangan. Pihaknya optimistis seluruh kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Tarakan siap diserahterimakan pada bulan November ini.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruhnya. Target kami bisa tercapai dan selesai pada bulan November ini. Kami terus memacu pengerjaan agar seluruh gedung selesai dan siap digunakan sepenuhnya,” tutup Reni.(*/mt)















Discussion about this post