Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Politik · 20 Sep 2021 15:12 WITA ·

DPRD akan Panggil Pemkot Selesaikan Masalah Pagar di Kawasan Wisata Pantai Amal Lama


Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan Yulius Dinandus menemui pendemo pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan Yulius Dinandus menemui pendemo pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Dari pertemuan antara DPRD Kota Tarakan dengan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Amal Lama, menghasilkan tiga kesepakatan. Salah satu kesepakatan, dalam waktu dekat DPRD akan melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintah Kota Tarakan terkait tuntutan Forum Masyarakat Amal Lama.

Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan Yulius Dinandus mengatakan DPRD sifatnya sebagai fasilitator bukan eksekusi. Isi kesepakatan tersebut, diantaranya poin pertama dalam waktu dekat paling lambat 25 September 2021, DPRD Kota Tarakan akan melaksanakan RDP dengan pemerintah Kota berkenaan dengan tuntutan Forum Masyarakat Amal.

“Kami masih agendakan ini dan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait kalau ada waktu kita langsung RDP. Mudah-mudahan bisa besok atau lusa,” kata Yulius Dinandus saat diwawancarai Fokusborneo.com usai menemui massa yang melakukan aksi demo, Senin (20/9/21).

Poin Kedua dikatakan Yulius, DPRD Kota Tarakan akan melaksanakan kunjungan lapangan guna meninjau lokasi sesuai dengan tuntutan Forum Masyarakat Amal Lama.

“Setahu saya berkomunikasi dengan pemerintah, bahwa pemerintah sudah mensosialisasikan program tersebut sebelum dikerjakan. Dan ternyata terakhir baru muncul komplain dari masyarakat bahwa tidak sepakat dengan adanya pagar disitu,” ujar politisi Partai Hanura.

Sedangkan poin ketiga, dijelaskan Yulius jika pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota di Amal Lama tidak pro rakyat, maka DPRD Kota Tarakan merekomendasikan kegiatan pembangunan di pantai Amal Lama dihentikan.

“Selama ini bahwa hasil kajiannya memang demi untuk kebaikan rakyat dalam jangka pendek dan jangka panjang, saya kira tidak ada masalah. Meskipun begitu kita tetap memperhatikan aspirasi walapun ada satu atau dua masyarakat mengklaim, apalagi banyak kita tindaklanjut secara kelembagaan,” jelas anggota DPRD Kota Tarakan dari dapil satu Kecamatan  Tarakan Tengah.

Ditambahkan Yulius, DPRD ingin melihat landscape pembangunan kawasan wisata pantai Amal Lama secara menyeluruh dan melihat lokasi yang dikomplai masyarakat.

“Saya ada kekawatiran kalau ada teknis-teknis lain yang tidak terselesaikan lalu muncul sebuah obyek tertentu, untuk dihentikan. Kita harus pelajari psikologi masyarakat apa sebenarnya ni barang ni. Toh sudah bertahun dikerja lalu sekarang diminta dihentikan ada apa,” tutup Yulius.(Mt)

Artikel ini telah dibaca 246 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sambut Pemilihan Serentak 2024, Bawaslu Tarakan MoU dengan Ormawa, OKP dan Ormas

19 Oktober 2021 - 16:45 WITA

Apresiasi Kinerja Khairul-Effendhi, Partai Hanura Berharap Kerjasama Berlanjut Hingga Pilkada 2024

19 Oktober 2021 - 15:47 WITA

Jalan TPU Nasrani Juata Laut Diklaim Warga, DPRD Tarakan Minta Segera Diselesaikan

19 Oktober 2021 - 10:48 WITA

Yulius Dinandus Targetkan Partai Hanura Jadi Pemenang Pemilu 2024 dan Kader Maju di Pilkada

18 Oktober 2021 - 19:02 WITA

Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Rusli Jabba Ingatkan Masyarakat Tetap Jaga Prokes

18 Oktober 2021 - 16:58 WITA

Kantor Sekretariat PAC Partai Hanura Tarakan Timur Terbesar di Kaltara

17 Oktober 2021 - 18:10 WITA

Trending di Politik