Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Politik · 23 Jan 2022 21:06 WITA ·

Hina Kalimantan, Hasan Basri Kecam Edy Mulyadi


Anggota Komite III DPD RI Hasan Basri. Foto : Istimewa Perbesar

Anggota Komite III DPD RI Hasan Basri. Foto : Istimewa

JAKARTA – Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara (Kaltara) Hasan Basri mengecam statement Edy Mulyadi yang diduga menghina masyarakat Kalimantan melalui video yang viral di media sosial. Pasalnya Edy Mulyadi menyebutkan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anaknya.

Dalam video yang diunggah di kanal Youtube miliknya pada Selasa, 18 Januari 2022 lalu, dia bersama sejumlah pihak lainnya menyatakan penolakan terkait pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan.

Menurut Edy Mulyadi bahwa Ibu Kota Negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak.

“Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal,” ujar Edy Mulyadi.

“Punya gedung sendiri lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” sambungnya.

Bahkan Edy Mulyadi menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo.

“Pasarnya siapa?” jelasnya. “Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana,” sambungnya.

Menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi, Anggota Komite III DPD RI, Hasan Basri sangat menyayangkan pernyataan Edy terhadap masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).

“Pernyataan ini tentu sangat melukai hati kami (warga Kalimantan). Jangan karena gagal jadi anggota legislatif ngomong sembrono,” tegas Hasan Basri.

“Harus bedakan mana kritik, mana penghinaan. Kalau yang dikatakan benar (Menghina Kalimantan). Sampai kapan pun kami akan proses, karena itu merendahkan masyarakat Kalimantan,” lanjut Hasan Basri.

Sebagai penyambung aspirasi masyarakat Kaltara, Hasan Basri menilai wajib hukumnya untuk mengawal dan membela tanah kelahiran.

“Saat ini, kita sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya dan meminta Mabes Polri mengusut tuntas kasus ini, karena sudah masuk dalam kategori sara,” ujar Senator asal Kaltara.

Lebih lanjut, Pimpinan PURT DPD RI asal Kaltara Hasan Basri menilai, cara penolakan yang disampaikan Edy tersebut tidak elok dan tidak pantas.

“Tidak pantaslah dia ngomong seperti itu terhadap daerah orang, itu menyakiti namanya,” ujar Hasan Basri.

“Kami ini (Masyarakat Kalimantan) bukan anak jin. Kami juga bukan monyet. Kami ini manusia,” tutup Hasan Basri, melalui siaran pers tertulisnya 23/01/22.(**)

Artikel ini telah dibaca 302 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kibarkan Bendera LGBT, Hasan Basri Minta Pemerintah Indonesia Tegur Kedubes Inggris

24 Mei 2022 - 12:41 WITA

Jadi Perhatian DPRD Kaltara, Jalan Longsor Gunung Selatan Minta Segera Ditangani

23 Mei 2022 - 10:29 WITA

Terima SK dari DPP, Partai Demokrat Kaltara Siap Menang Lagi

21 Mei 2022 - 10:34 WITA

Reses, Warga Karang Harapan Curhat Soal Jalan ke Jufri Budiman

21 Mei 2022 - 10:20 WITA

Hari Kebangkitan Nasional, Sicita PDI Perjuangan Pecah Rekor Muri

20 Mei 2022 - 14:47 WITA

Hasan Basri Sambut Positif, Kebijakan Pemerintah Longgarkan Wajib Masker

20 Mei 2022 - 10:56 WITA

Trending di Nasional
error: Alert: Content is protected !!