• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Politik

“Dikeroyok” di Debat, Paslon Nomor 2 Zainal-Ingkong Jawab Santai dan Tegas

by Redaksi
22/10/2024
in Politik
A A

JAKARTA – Debat kedua pasangan calon (Paslon) Pilgub Kaltara pada Senin, 21 Oktober 2024 malam di Grand studio Metro TV, berlangsung seru dan menarik.

Dengan argumen-argumen program visi misi masing-masing paslon yang beragam, menjadi barometer bagi masyarakat untuk menilai visi misi paslon yang paling rasional, riil dan tidak muluk-muluk.

Baca Juga

Resmi Diketok, Ini Rincian APBD Perubahan Tarakan 2026

Sempat Alot, Mediasi DPRD Tarakan Bikin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan di PHK

Konsolidasi di Tana Tidung, HUT ke-28 PAN Kaltara Dorong Gerak Cepat Bantu Rakyat

Fraksi DPRD Tarakan Setujui Perubahan APBD 2026 Dengan Berbagai Catatan Kritis

Lagi-lagi, Paslon Nomor urut 2 sebagai petahana tetap menjadi sasaran utama “keroyokan serangan” dari kandidat pasangan calon nomor 1 dan 3.

Utamanya terkait kebijakan-kebijakan yang pernah diterapkan dalam pemerintahan periode pertama Gubernur Kaltara. Hal ini demi melemahkan karakter sang petahana Zainal A Paliwang.

Persoalan pemberhentian mantan Direktur RSUD Jusuf SK yang dianggap kontroversi. Kemudian soal kuliah gratis putra putri Kaltara di Universitas Patria Artha (UPA) Makassar yang dinilai tidak tepat sasaran.

Begitu pun mengenai sanggahan ZIAP terkait program YESS yang akan menggelontorkan dana RT Rp 100 juta per tahun yang dinilai tidak tepat guna, hingga pada persoalan tudingan menganaktirikan Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kalimantan Utara, menjadi 4 triger serangan dua rival Zainal dan Ingkong Ala yang mencuat dalam debat kedua di studio Metro TV Senin (21/10/202) malam.

Usai menyampaikan pertanyaan, Paslon nomor 3 ternyata salah perhitungan dalam strategi tersebut, sebab paslon nomor 2, Zainal dan Ingkong Ala sudah belajar dari pengalaman debat pertama yang tak menyangka diserang dua rival dengan berbagai isu dan tudingan, yang membuat ZIAP sempat keteteran menjawabnya.

Debat part 2 Zainal dan Ingkong sudah menyiapkan argument cantik untuk berbalik mematahkan berbagai tudingan miring yang dialamatkan kepada mereka.

Dengan gagah berani, ZIAP menjawab secara rasional, elegan dan nyata berbagai pertanyaan dan pernyataan bernada melemahkan paslon ZIAP.

Dalam debat 2 Pilgub yang ditayangkan secara nasional di Studio Metro TV ini, paslon nomor urut satu tampil sebagai “penyerang” paling garang ke paslon nomor urut 2.

Sayangnya serangan-serangan berbau opini yang tendensius itu dijawab dengan fakta dan data oleh ZIAP, sehingga jebakan-jebakan pertanyaan dengan mudah di patahkan Zainal maupun Ingkong Ala, yang pada debat kali ini Ingkong Ala tampil cerdas dan lugas dalam menjawab pertanyaan 2 rival paslon.

Soal pemecatan Dirut RSUD Jusuf SK yang berujung pada ranah hukum, PTUN MA, Zainal A Paliwang misalnya. Meski pemerintah dalam hal itu secara jantan mengaku kalah dalam PTUN MA, namun soal kebijakan pemberhentian Dirut RSUD Jusuf SK tarakan, Zainal mengaku berdasarkan aturan dan ketegasan pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Setiap pejabat yang diberi sanksi pasti punya kesalahan yang merugikan masyarakat dan pemerintah, kita sudah melalui proses investigasi, penelitian dan penghitungan kerugian pemerintah terhadap pejabat yang diberi sanksi, jika kita kalah melalui jalur hukum, ya kita kembalikan ke jabatan semula tetapi kita pindahkan ke RSUD atau jabatan lain namun setara dengan posisi jabatan sebelumnya,” papar Zainal menjawab pertanyaan Paslon Nomor urut 1.

Jawaban apik ZIAP juga ditunjukkan kualitasnya dengan lugas saat paslon 1 mengangkat persoalan mahasiswa yang dikirim ke Universitas Patri Artha (UPA) Makassar sebanyak 750 siswa lebih untuk melanjutkan pendidikan perkuliahan paska lulus SLTA.

Upaya pemerintah membangun SDM generasi kaltara dengan mengirimkan anak mahasiswa tersebut dianggap pemborosan APBD.

Sedangkan versi paslon nomor 1 , di satu sisi di Kaltara terdapat Universitas seperti UB, Unikal dan STIE yang dapat menampung mahasiswa, tetapi tidak di dimanfaatkan pemerintah.

Zainal dengan santai namun menohok mengatakan, paslon nomor 1 salah kaprah sebab seluruh mahasiswa yang berkuliah di Patria Arta atau UPA Makassar itu tidak menggunakan sepeserpun APBD Kaltara. Sebaliknya seluruh biaya perkuliahan dan Asrama mahasiswa kaltara di UPA digratiskan dan di tanggung Yayasan Patria Artha Makassar.

“Pemprov Kaltara pasti mendukung program tersebut, karena maksud UPA Makassar membantu pemerintah membangun program peningkatan SDM putra putri Kaltara, tanpa membebani APBD, lantas apa yang salah disana?,” terang Zainal, sekaligus membungkam pertanyaan paslon terkait soal Universitas Patria Artha.

Sementara pada sisi lain Paslon nomor urut 3 Yansen TP yang nota bene adalah wakil Gubernur Kaltara, memilih zona aman terkait mahasiswa yang Kuliah Gratis di UPA dengan mengatakan tidak masuk dalam pengambilan kebijakan soal putra putri Kaltara yang kuliah gratis di UPA Makassar.

“Maaf saya tidak mau menjawab soal mahasiswa yang dikirim kuliah ke UPA karena saya tidak terlibat dalam urusan itu,” ujar Yansen TP, meski kebijakan itu adalah kebijakan satu paket pemerintah Provinsi Kaltara selama ini.

Serangan paslon 1 lainnya adalah soal Ormas Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kalimantan Utara yang menurutnya dianaktirikan, bahkan dinilai tidak tersentuh perhatian pemerintah. Tetapi, tudingan itu berbalik menghantam paslon 1 sebab diam-diam pemerintah telah mengirim sejumlah Pengurus FKUB untuk melakukan studi banding ke berbagai daerah. Termasuk keluar negeri untuk belajar soal moderasi dan toleransi Bergama di Kalimantan Utara.

“Untuk membina dan pembekalan pemahaman moderasi dan toleransi kerukunan umat beragama di Kalimantan Utara, pemerintah telah mengirim sejumlah tokoh dan pengurus FKUB ke sejumlah daerah, bahkan ke luar negeri untuk belajar dan memahami secara dalam tentang konsep manajemen moderasi dan toleransi antar umat beragama,” kata Zainal dan Ingkong Ala.

Serangan ke-4 diluncurkan oleh paslon nomor 3 terkait tanggapan ZIAP yang menurut Yansen TP program Visi Misinya dinilai tidak rasional terkait soal penganggaran APBD dana Rp 100 juta pertahun untuk RT.

Wakil Gubernur Kaltara ini menanyakan argument Zainal dan Ingkong Ala, soal programnya yang dianggap tidak rasional oleh Ziap.

“Saya dengar paslon nomor 2 menganggap program dana RT yang kami rencanakan dianggap tidak rasional, bisa tidak dijelaskan anggapan itu?” tanya Yansen TP kepada Zainal dan Ingkong Ala, dalam sesi tanya jawab debat.

Menanggapi pertanyaan Yansen, Zainal mengatakan, “Kami bukan tidak mendukung program itu, tetapi semua kita hitung penganggarannya berdasarkan kemampuan APBD Kaltara. Kita ini banyak program pembangunan lain yang juga sama pentingnya, soal insentif lebih dari Rp 100 juta per tahun kita sanggup lakukan tetapi jika keuangan daerah atau APBD memungkinkan. Lagi pula insentif untuk RT selama ini sudah berjalan meski tidak sebesar program paslon nomor 3,” papar Zainal penuh semangat.

Sebenarnya Zainal tak mau menjawab pertanyaan itu, karena tidak sesuai dengan tema “Pembangunan Manusia” dengan 6 sub temanya.

Selain itu pertanyaan Yansen soal dana RT di anggap Zainal keluar dari konteks tema pertanyaan yang telah di tentukan KPU dan Metro TV. “Tapi karena ini debat meski tak masuk dalam daftar tema pertanyaan yang seharusnya dan saya paham pertanyaan ini jebakan, terpaksa kami jawab sebab ini di tonton banyak orang,” tambah Zainal, sekaligus membungkam pertanyaan Paslon nomor 3.

Kesimpulannya, Paslon Nomor 2 ZIAP, Zainal dan Ingkong Ala membuktikan omongannya bahwa di debat kedua Pilgub Kaltara di metro TV ini.

Keduanya sepakat fokus memaparkan visi misi program nyata dan tidak mau membalas menjatuhkan kedua rivalnya dalam debat meski mereka tetap di serang berbagai hasil kebijakan pemerintah yang di jalankan bersama Yansen TP selama menjabat pasangan Gubernur Katara di periode pertama. (*)

Tags: Anggota DPRD Bulungandebat PaslonKalimantanMalinauNunukanPilkada KaltaraTarakanZainal-Ingkong Ala

Berita Lainnya

Resmi Diketok, Ini Rincian APBD Perubahan Tarakan 2026
Parlemen

Resmi Diketok, Ini Rincian APBD Perubahan Tarakan 2026

29 September 2026 13:01
Sempat Alot, Mediasi DPRD Tarakan Bikin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan di PHK
Parlemen

Sempat Alot, Mediasi DPRD Tarakan Bikin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan di PHK

29 September 2026 12:42
Konsolidasi di Tana Tidung, HUT ke-28 PAN Kaltara Dorong Gerak Cepat Bantu Rakyat
Politik

Konsolidasi di Tana Tidung, HUT ke-28 PAN Kaltara Dorong Gerak Cepat Bantu Rakyat

29 September 2026 08:02
Fraksi DPRD Tarakan Setujui Perubahan APBD 2026 Dengan Berbagai Catatan Kritis
Parlemen

Fraksi DPRD Tarakan Setujui Perubahan APBD 2026 Dengan Berbagai Catatan Kritis

27 September 2026 22:48
Apresiasi RAPBD Perubahan 2026, DPRD Tarakan Tekankan Efisiensi dan Akuntabilitas
Parlemen

Apresiasi RAPBD Perubahan 2026, DPRD Tarakan Tekankan Efisiensi dan Akuntabilitas

27 September 2026 11:25
Pemkot dan DPRD Tarakan Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp996 Miliar
Parlemen

Pemkot dan DPRD Tarakan Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp996 Miliar

27 September 2026 11:02
Next Post

Perayaan HUT Kabupaten Malinau ke 25 Resmi Dibuka 

Program Bebas Denda PKB dan BBNKB II Kaltara, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan

Hadiri Peringatan Hari Santri

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tampil Anggun Berbusana Adat Tidung, 29 Ketua RT Selumit Pantai Resmi Dikukuhkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Kaltara Tembus Rp 82 Miliar, Tarakan Menyumbang Angka Terbesar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Pos Aji Kuning Amankan 1.500 Bungkus Rokok Diduga Ilegal di Perbatasan

29 September 2026 22:01

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

29 September 2026 21:20
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP