KARAWANG, Fokusborneo.com – “Politik bukan sekadar elektoral. Atau mengejar kekuasaan. Tapi politik juga soal kemanusiaan.” Itu kata Hasto Kristianto. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.
Kata-kata sarat makna itu disampaikannya ketika melepas tim kesehatan termasuk dua bus klinik berjalan dari Kaltara ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, di Megawati Institute, Jakarta, Sabtu (31/1/26).
Yah, dibawah koordinasi Badan Serbaguna (Baguna) dan Ketua DPP Bidang Kesehatan dr Ribka Ciptaning tim kesehatan menggelar pengobatan gratis. Tujuan utama Jawa Barat. Yang belakangan dilanda banjir akibat tingginya curah hujan.
Dalam situasi pancaroba cuaca seperti ini, dr Ning lah yang paling sibuk. Padahal Ia baru saja pulang dari Aceh. Mengkoordinir tim kesehatan terkait bencana Sumatera. Belum sempat beristirahat, Jawa Barat dilanda banjir.
“Baru dari Aceh, eh Jabar banjir. Kerja lagi kita,” ujar politisi senior PDI Perjuangan itu.
Untung saja, tim kesehatan DPP PDI Perjuangan mendapat back up dari Deddy Sitorus, Anggota DPR RI dapil Kalimantan Utara. Apa itu? Apalagi kalau bukan dua bus klinik berjalan.
Mendatangkan bus ini tidak mudah. Nanti akan saya kisahkan untuk Anda.
Tentu support Deddy Sitorus ini membuat dr Ning lega. Betapa tidak, disaat armada dan tenaga medis masih dalam perjalanan pulang dari Sumatera, klinik berjalanan ini sebagai gantinya.
“Saya tahu Deddy mau kirim bus ini ke Aceh. Menurut saya lebih efektif kita geser dulu ke Jawa Barat. Banyak daerah terendam banjir,” ujar dr Ning.
Saran ini pun diterima Deddy Sitorus. Dua bus yang sudah berada di Jakarta sejak 26 Januari itu pun disiapkan. Obat-obat lawas disingkirkan. Alat kesehatan dikalibrasi. Bus pun di servis dulu. Agar dalam perjalanan tidak menemukan hambatan.
Tepat 31 Januari tim kesehatan dilepas secara resmi oleh Sekjen PDI Perjuangan. Tempatnya di halaman Megawati Institute Jalan Diponegoro, Jakarta.
Iring-iringan sebanyak lima mobil. Dua bus klinik berjalan. Satu bus ekslusif untuk tempat istirahat tenaga medis. Ambulan dan mobil operasional doble cabin.
Tim ini dipimpin oleh dr Ning. Terdiri dari 3 dokter. Bidan dan perawat. Tempat pertama yang dituju DPC PDI Perjuangan Karawang.
Ternyata di markas banteng ini juga salah satu pusat pengungsiang. Pengobatan massal pun digelar di halaman.
Banyak cerita seru selama perjalanan misi kemanusiaan ini. Apa saja? Baca tulisan selanjutnya ya. (pai)















Discussion about this post