TARAKAN, Fokusborneo.com – Seluruh jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Pengurus Daerah (DPD) Partai NasDem se-Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan sikap keras terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai melecehkan martabat partai dan Ketua Umum Surya Paloh.
Pernyataan sikap ini disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar di Sekretariat DPW Partai NasDem Provinsi Kaltara, di Jalan Kusuma Bangsa, Rabu (15/4/26).
Acara ini dipimpin langsung Ketua DPW Partai NasDem Kaltara, Supa’ad Hadianto, didampingi Sekretaris DPW Anwar, serta dihadiri jajaran pimpinan DPD dari lima kabupaten/kota, pengurus, hingga organisasi sayap partai.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Tarakan, Mustain, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas ilustrasi dan bahasa yang digunakan Majalah Tempo.
“Kami melihat penyajian gambar yang seolah-olah Ketua Umum kami sudah tidak ada lagi artinya dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan negeri ini,” tegas Mustain.
Ia juga memprotes narasi yang menyamakan institusi politik NasDem dengan entitas perusahaan.

Senada dengan itu, Ketua DPD Partai NasDem Bulungan, Sunaryo, membacakan lima poin pernyataan sikap. Ia menegaskan bahwa partainya bukan entitas korporasi, melainkan partai yang berdiri atas mandat rakyat.
“Kami menolak dan membantah tegas isi pemberitaan yang tidak berdasar, tidak terverifikasi secara utuh, serta berpotensi menyesatkan opini publik,” ujar Sunaryo.

Dari Kabupaten Malinau, Ketua DPD Hotlan Sinambela secara tegas mendesak Dewan Pers untuk bertindak objektif dan menuntut permohonan maaf secara terbuka.
NasDem Malinau menilai pemberitaan tersebut cenderung tendensius dan menyudutkan pimpinan tertinggi mereka.
”Meminta Majalah Tempo menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada Ketua Umum Partai NasDem Bapak Surya Paloh, kepada masyarakat, serta kepada seluruh kader Partai NasDem se-Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai NasDem Nunukan, Hendrawan, mengingatkan Majalah Tempo agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
“Majalah Tempo harus segera mencabut segala narasi-narasinya yang telah melukai hati kami sebagai keluarga besar Partai NasDem,” kata Hendrawan.

Kekecewaan serupa juga disuarakan Sekretaris DPD Partai NasDem Tana Tidung, Sabran. Ia menyatakan aksi ini adalah bentuk solidaritas daerah untuk menjaga marwah Ketua Umum.
“Kami sangat menyayangkan pemberitaan tersebut yang kami nilai tidak berdasar dan cenderung menyudutkan pimpinan kami,” ungkapnya.
Meski menyampaikan protes keras, pengurus NasDem se-Kaltara mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Mereka menegaskan solidaritas di Kaltara tetap terjaga dan seluruh kader akan tetap fokus pada kerja-kerja nyata untuk masyarakat sambil mengawal proses hukum dan mekanisme pers yang berlaku.(*/mt)














Discussion about this post