BULUNGAN, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, resmi memulai rangkaian kegiatan reses masa persidangan III tahun 2026.
Titik pertama penjaringan aspirasi masyarakat ini dilaksanakan di Gang Bebatun, Sabanar Lama, Kabupaten Bulungan, Rabu (13/5/26).
Kehadiran politisi Partai Golkar ini disambut hangat oleh warga setempat. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT), Nasir berkomitmen untuk mengawal seluruh keluhan dan usulan warga agar dapat diakomodasikan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD.
“Reses ini adalah momentum penting bagi kami untuk turun langsung, mendengar, dan merasakan apa yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat. Semua usulan yang masuk hari ini akan kami formulasikan menjadi pokir untuk diperjuangkan dalam anggaran pemerintah daerah,” ujar Muhammad Nasir.
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, warga Gang Bebatun menyampaikan sejumlah usulan krusial terkait peningkatan fasilitas infrastruktur pemukiman dan penunjang ekonomi sektor perikanan.
Beberapa usulan utama masyarakat Sabanar Lama yang dicatat dalam reses kali ini antara lain: Penerangan Jalan Umum (PJU). Warga mengeluhkan minimnya pencahayaan di sepanjang Gang Bebatun saat malam hari dan meminta pengadaan lampu jalan beserta penambahan tiang listrik.
Usulan lainnya, pembangunan dan normalisasi drainase (saluran air) untuk mencegah potensi genangan dan banjir saat intensitas hujan tinggi.
Mengingat mayoritas warga bekerja sebagai nelayan, mereka mengusulkan pembangunan tambatan perahu serta pengadaan alat angkut atau gerobak nelayan untuk memudahkan distribusi hasil tangkapan.
Warga juga mengharapkan adanya dukungan fasilitasi untuk perkuatan kegiatan sosial-keagamaan, khususnya kegiatan salawat rutin di lingkungan setempat.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Muhammad Nasir menegaskan kebutuhan dasar seperti penerangan jalan dan drainase pemukiman, serta fasilitas penunjang bagi para nelayan merupakan prioritas yang harus segera diintervensi oleh pemerintah daerah.
Ia berjanji akan mengawal hasil reses ini secara ketat dalam rapat-rapat pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltara.
”Apa yang diusulkan warga Sabanar Lama ini adalah kebutuhan riil sehari-hari. Mulai dari urusan keselamatan jalan (PJU), antisipasi banjir (drainase), hingga urusan urat nadi perekonomian warga kita yang bekerja sebagai nelayan. Termasuk kegiatan selawat untuk keberkahan kampung ini, semuanya akan kami perjuangkan semaksimal mungkin,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post