TARAKAN, Fokusborneo.com – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Mitra Coffee, Komplek Gita Jalatama, Tarakan Tengah, Jumat (24/7/26).
Berawal dari tebak-tebakan skor di layar kaca, interaksi yang selama ini hanya terjadi di kolom komentar akhirnya menjadi tatap muka nyata.
Founder SH Official yang juga Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, membuktikan komitmennya dengan menyerahkan langsung hadiah kepada 25 pemenang kuis tebak juara Piala Dunia.
Didampingi sang istri dan tim SH Official, acara yang dikemas santai ini menjadi panggung silaturahmi perdana antara wakil rakyat tersebut dengan para pengikut setianya di media sosial.
”Walaupun kuisnya digelar di media sosial, SH Official selalu menepati janji. Alhamdulillah malam ini kita bisa saling tatap muka,” ujar Supa’ad di hadapan para pemenang.
Di balik riuhnya acara, Supa’ad menegaskan platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga YouTube bukan sekadar tempat berbagi konten hiburan.
Bagi akun SH Official yang usianya belum genap satu tahun ini, media sosial adalah jembatan akuntabilitas.
”Ini bentuk pertanggungjawaban saya kepada publik. Tidak semua warga bisa saya temui satu per satu, jadi lewat media sosial saya menyampaikan apa saja yang sudah saya kerjakan di DPRD,” tegasnya.
Ia juga meyakinkan momen malam itu murni ajang apresiasi dan silaturahmi, bebas dari muatan politik.
Penanggung Jawab Kegiatan, Asia Silo Rita, membeberkan 25 pemenang dipilih secara ketat oleh tiga dewan juri berdasarkan ketepatan dan kecepatan jawaban mulai dari tebakan babak delapan besar hingga sang juara utama.
Apresiasi tinggi datang dari salah satu pemenang, Heru. Ia menilai langkah Supa’ad cukup berani dan langka dilakukan pejabat publik di Kaltara.
”Kreatif sekali. Bukan cuma soal bagi-bagi hadiah, tapi kami diberi ruang untuk ngobrol, menyampaikan saran, bahkan kritik secara langsung. Jarang ada anggota dewan di Kaltara yang seaktif dan seakrab ini di media sosial,” tutur Heru.
Malam apresiasi itu ditutup dengan penyerahan hadiah, dan foto bersama. Pertemuan ini menjadi bukti jarak antara wakil rakyat dan warganya kini tak lagi dibatasi dinding kantor pemerintahan, melainkan bisa dijembatani lewat interaksi hangat di ruang digital.(**)














Discussion about this post