TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Simon Patino, memberikan catatan positif terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Lingkas 2 dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah mekanisme pengelolaan limbah dapur yang dinilai telah memenuhi standar teknis.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan, Kamis (2/4/26), Simon Patino bersama anggota Komisi II, Al Razali dan Abdul Kadir, memantau langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di lokasi tersebut.
Ia menyebutkan secara visual, fasilitas pengolahan limbah dapur di SPPG Gunung Lingkas 2 sudah berada pada kondisi yang layak.
”Untuk SPPG Gunung Lingkas 2, kalau IPAL secara visual saya melihat sudah standar. Namun, tentu untuk penentuan standar teknis yang lebih mendalam, itu merupakan kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujar Simon.
Apresiasi ini diberikan karena pengelolaan limbah yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga higienitas lingkungan sekitar sekolah, mengingat volume aktivitas dapur yang cukup tinggi untuk melayani kebutuhan gizi siswa di Kota Tarakan.
Selain menyoroti masalah limbah, Politisi Gerindra itu juga membahas mengenai pemenuhan bahan baku pangan, khususnya daging ayam.
Ia mengungkapkan adanya peluang besar bagi peternak ayam potong lokal untuk menyuplai kebutuhan dapur SPPG.
Selama ini, pihak pengelola masih menggunakan ayam beku karena keterbatasan kuota ayam segar (fresh) dari peternak lokal yang belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan dapur di Tarakan.
”Tadi saya tegaskan, apakah SPPG bersedia menggunakan ayam fresh dari peternak Tarakan? Mereka menyatakan siap, asalkan kuotanya tersedia. Ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kesejahteraan petani ayam potong kita di lokal,” tambahnya.
Simon Patino berharap seluruh rencana kerja dan kesepakatan yang telah dibahas dalam rapat koordinasi dapat segera diimplementasikan di lapangan.
Ia juga sempat menyinggung soal rencana pemasangan banner informasi aduan soal MBG di sekolah-sekolah yang hingga kini belum terealisasi sepenuhnya.
”Harapannya, semua yang kita bicarakan untuk kemajuan distribusi makanan bagi anak-anak kita dapat terlaksana dengan baik. Itu sudah menjadi kesepakatan kita bersama untuk memastikan program ini berjalan maksimal,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post