NUNUKAN, Fokusborneo.com – Dialog terbuka yang berlangsung di depan rumah Bapak Imam Abd. Samad, Sungai Bilal, Nunukan Barat, Minggu (17/5/26), mendadak riuh.
Kehadiran Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir, dimanfaatkan betul warga untuk menumpahkan keluh kesah yang menyumbat di dada mereka selama ini.
Ustadz Abdullah TBA, salah satu tokoh agama setempat, langsung menyuarakan kritik pedas terkait belum difungsikannya Embung Sungai Fatimah.
Proyek raksasa di jalur menuju rumah sakit yang digadang-gadang jadi oase bagi Nunukan itu, nyatanya masih menjadi pajangan mati.
”Masyarakat belum melihat manfaat nyatanya. Ini yang menjadi pertanyaan besar,” ujar Ustadz Abdullah.
Mendengar jeritan itu, Muhammad Nasir tidak tinggal diam. Ia menilai urusan air adalah urusan hak hidup masyarakat yang wajib transparan dibuka pemerintah.
”Masalah embung Sungai Fatimah ini akan kami sampaikan langsung kepada Bupati Nunukan. Kami juga meminta teman-teman DPRD PKS Kabupaten ikut mengawal. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu solusi,” jawab Nasir lugas.
Suasana semakin emosional ketika warga membeberkan fakta terkait belum cairnya honor para ustadz, imam masjid, guru ngaji, bilal, hingga marbot yang bersumber dari Pemprov Kaltara. Warga berharap pemerintah tidak menutup mata pada mereka yang menjaga denyut spiritual daerah.
Nasir sepakat. Baginya, para pelayan umat adalah penggerak moral yang tidak boleh ditelantarkan.
“Kita berharap Pemprov Kaltara memberikan perhatian serius agar hak-hak mereka segera direalisasikan,” tuturnya.
Selain dua isu panas tersebut, lembar catatan reses Nasir juga dipenuhi dengan usulan bantuan hibah rumah ibadah, dukungan untuk pembudidaya rumput laut, hingga perbaikan infrastruktur jalan jeramba.
Nasir menegaskan, reses bukanlah sekadar formalitas atau menggugurkan kewajiban institusi.
”Jangan sampai pembangunan hanya sibuk bicara angka dan laporan di atas meja, sementara masyarakat di bawah masih kesulitan air bersih dan jalan rusak. Suara masyarakat harus dikawal!” tegas Nasir menutup dialog, sebelum akhirnya membagikan bantuan beras sebagai wujud kepedulian sosial kepada warga.(*/mt)















Discussion about this post