TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, kembali turun ke lapangan untuk menemui konstituennya guna menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026.
Pertemuan yang berlangsung, Minggu (17/5/26) tersebut, merupakan titik ke-4 dari rangkaian reses yang digelarnya.
Kali ini, Muhammad Nasir memusatkan kegiatannya di Jalan Manunggal, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Pantauan di lokasi, agenda jaring aspirasi ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, serta sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah sekitar yang datang membawa sejumlah catatan penting mengenai kebutuhan mendesak di lingkungan mereka.
Dalam dialog interaktif bersama legislator dari Partai Golkar tersebut, warga Jalan Manunggal secara bergantian menyampaikan keluh kesah mereka.
Salah satu isu utama yang paling banyak disuarakan adalah kondisi infrastruktur, khususnya kebutuhan mendesak akan perbaikan dan pembangunan jalan umum serta jalan utama di kawasan tersebut yang kondisinya memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Selain persoalan akses jalan, warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas penerangan dan jaringan listrik. Mereka sangat berharap adanya pengadaan tiang listrik baru dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar distribusi aliran listrik ke pemukiman warga bisa lebih optimal dan aman.
Aspirasi tidak hanya datang dari sektor infrastruktur fisik jalan dan listrik. Warga dari wilayah Selimau 3 yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan dan perikanan.
Mereka memanfaatkan momen reses ini untuk mengajukan permohonan bantuan stimulan berupa alat tangkap nelayan modern dan armada perahu untuk mendongkaran perekonomian keluarga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kaltara, Muhammad Nasir menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan oleh warga, baik terkait infrastruktur jalan, usulan tiang PLN, hingga kebutuhan nelayan di Selimau 3, telah dicatat secara resmi.
“Semua usulan dan keluhan warga di titik ke-4 reses ini sudah kami tampung. Persoalan jalan utama dan fasilitas dasar seperti tiang listrik merupakan kebutuhan vital yang akan kami kawal agar masuk dalam program prioritas pembangunan. Begitu juga dengan bantuan untuk nelayan kita di Selimau 3, ini menyangkut kesejahteraan dan ekonomi langsung masyarakat, jadi pasti akan menjadi perhatian serius kami di parlemen,” ujar Muhammad Nasir.
Ia menambahkan, hasil dari reses ini nantinya akan dihimpun menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Kaltara untuk kemudian disingkronkan dengan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Provinsi Kaltara agar bisa segera diakomodasi melalui APBD.(*/mt)















Discussion about this post