TARAKAN, Fokusborneo.com – Kualitas udara di Kota Tarakan terpantau mengalami penurunan hingga masuk dalam kategori Tidak Sehat.
Berdasarkan data real-time Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di stasiun pemantau Pamusian per Jumat (18/9/26) pukul 08.00 Wita, angka ISPU menunjukkan parameter PM2.5 berada di tingkat 102 (Tidak Sehat) dan PM10 di angka 86 (Sedang).
Kategori tidak sehat ini, menandakan tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Melihat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan turun ke jalan untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat sejak pagi hari pukul 08.00 hingga 08.30 Wita.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Kota Tarakan, Asril Maulid, menyampaikan aksi pembagian masker ini didukung oleh pihak swasta.
”Dari pendistribusian, teman-teman dari BPBD mendapat bantuan masker dari PT SPIL. Jadi rekan-rekan BPBD yang membagikan langsung di lapangan,” ujar Asril.
Ia menjelaskan, aksi pembagian masker difokuskan pada beberapa titik strategis dengan mobilitas warga yang tinggi.
“Titiknya berada di sepanjang jalan Yos Sudarso, daerah Kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT), kawasan Pantai Amal, serta pemukiman warga Amal ke arah Bais Cafe,” tambahnya.
Mengingat kualitas udara yang berada pada kondisi merugikan kesehatan, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah penanganan dengan mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berlebihan di luar ruangan.
Bagi penderita asma diwajibkan mengikuti petunjuk kesehatan penanganan asma dan selalu menyiapkan obat asma.
Sedangkan penderita penyakit jantung, perlu mewaspadai timbulnya gejala seperti palpitasi (jantung berdetak lebih cepat), sesak napas, atau kelelahan yang tidak biasa yang dapat mengindikasikan masalah serius.(*/mt)












Discussion about this post