TARAKAN – Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK)di Provinsi Kaltara pada bulan Januari 2021 tumbuh positif sebesar 1,04% (yoy) yaitu dari Rp12,0 triliun pada Januari 2020 menjadi Rp12,47 triliun pada Januari 2021. Peningkatan ini terutama terjadi pada sisi tabungan.
Tabungan yang memiliki pangsa tertinggi yaitu sebesar 55,0% dari total DPK, tumbuh sebesar 15,18% (yoy) dari Rp6,02 triliun menjadi Rp6,93 triliun. Peningkatan yang cukup signifikan ini telah terjadi sejak triwulan II tahun 2020 lalu seiring dengan adanya program pemerintah diantaranya bansos dan dana PEN.
“Untuk deposito dengan pangsa 28,6% mengalami kontraksi sebesar -6,70% (yoy) yaitu dari Rp3,63 triliun menjadi Rp3,61 triliun. Sedangkan giro yang memiliki pangsa 16,4% terkontraksi sebesar -20,25% (yoy) yaitu dari Rp2,59 triliun menjadi Rp2,07 triliun,†kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Yufrizal melalui keterangan press rilisnya, Senin (1/3/21).
Posisikredit/pembiayaanyang disalurkanolehbank di Provinsi Kaltara pada Januari 2021 tercatat tumbuh positif5,72% (yoy) yaitu dari Rp10,10 triliun di Januari 2020 lalu menjadi Rp10,67 triliun. Pertumbuhan ini masih didukung oleh kualitas kredit yang terpantau aman dengan NPL di level 0,83%, jauh berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 5%. Kredit yang disalurkan pada Januari 2021 tersebut terutama disalurkan kepada Kota Tarakan dengan pangsa 35,8% dari total kredit yang disalurkan ke Kaltara.
“Posisi kredit Kota Tarakan pada bulan Januari 2021 mengalami perbaikan dari -4,01% (yoy) menjadi -1,83% (yoy), yaitu dari Rp3,86 triliun menjadi Rp3,82 triliun dengan NPL yang terjaga dikisaran 1,17%,†jelasnya.
Secara sektoral, kredit terbesar terutama disalurkan kepada lapangan usaha Perdagangan dengan pangsa 20,10% yang pada Januari 2021 mengalami perbaikan penyaluran kredit meskipun masih terkontraksi dari -3,85% (yoy) menjadi -3,26% (yoy). Perbaikan penyaluran kredit ke lapangan usahatersebut terutama disebabkan oleh transaksi ekonomi seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat hingga awal tahun 2021.
“Demikian pula kredit yang disalurkan kepada lapangan usaha Pertanian dan Kehutanan(16,65% dari total kredit), tumbuh sebesar 30,28% (yoy) yang terutama didorong oleh peningkatan pinjaman sub lapangan usaha perkebunan kelapa sawit seiring dengan mulai membaiknya harga dan demand akan komoditas tersebut,†bebernya.
Selanjutnya, penyaluran kredit kepada lapangan usaha industri pengolahandengan pangsa 5,32% juga mengalami perbaikan dari -13,65% (yoy) pada Desember 2020 menjadi sebesar -6,42% (yoy) di akhir Januari 2021 seiring dengan perbaikan kinerja ekspor CPO yang didukung oleh tren perbaikan harga CPO internasional.
“Di sisi lain, lapangan usaha Pertambangandengan pangsa 5,07% dari total kredit, terkontraksi sebesar -30,45% (yoy) atau lebih dalam dari bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar -16,25% (yoy). Hal ini disebabkan oleh masih belum stabilnya permintaan global terhadap batu bara sehingga membuat mayoritas perusahaan mulai mengurangi sedikit kegiatan usaha yang dilakukan,†ujarnya.
Berdasarkan penggunaannya, posisi kredit/pembiayaan untuk tujuan konsumsi memiliki pangsa terbesar, yaitu 43,64% atau senilai Rp4,66 triliun. Hal ini sejalan dengan hasil Survei Konsumen Februari 2021 yang dilakukan oleh Bank Indonesia Kaltara, persentase rumah tangga yang mengalokasikan pendapatannya untuk cicilan pinjaman mulai membaik.
“Sementara alokasi konsumsi mulai membaik seiring dengan normalisasi pola konsumsi masyarakat di tengah pandemik Covid-19 yang berlangsung sejak Maret tahun 2020. Kredit/pembiayaan tersebut tumbuh sebesar 12,81% (yoy). Selanjutnya posisi kredit/pembiayaan investasi yang memiliki pangsa 21,93% atau senilai Rp2,34 triliun, tumbuh sebesar 3,32% (yoy),†tambahnya.
Sementara itu, posisi kredit/pembiayaan modal kerja memiliki pangsa 34,43% atau senilai Rp3,67 triliun, mengalami kontraksi sebesar -0,71%. Kedepan, dengan adanya berbagai insentif dan stimulus yang diberikan diantaranya berupa pelonggaran uang muka (down payment/DP) kredit/pembiayaan kendaraan bermotor dan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan properti untuk menjawab relaksasi PPnBm khususnya kendaraan bermotor dapat mendorong penyaluran kredit lebih baik lagi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
“Selain itu, rasio Kredit/Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketigaatau Loan to Deposit Ratio (LDR) di Provinsi Kaltara pada bulan Januari 2021 sebesar 82,81%, relatif meningkat dari bulan Desember 2020 yang berada pada angka 73,06%. Angka ini menunjukkan nilai kredit/pembiayaan terhadap DPK yang disalurkan tumbuh dibandingkan periode sebelumnya,†tutupnya.(**/Iik)














Discussion about this post