TARAKAN – Koprs Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) merupakan relawan palang merah disamping ada relawan, TSR dan PMR, bukan hitungan jam relawan PMI begerak cepat sampai ke lapangan jika terjadi bencana.
Ketua PMI Kota Tarakan Muhammad Yunus Abbas mengatakan KSR selalu terlibat memberikan kontribusi kepada masyarakat saat terjadi bencana.
“Relawan adalah ujung tombak palang merah, jika terjadi bencana mereka (KSR) sangat cepat sampai di Lapangan, begitu ada bencana kemudian halo-halo dari Markas PMI mereka langsung bergerak,†ujar ketua PMI Kota Tarakan Muhammad Yunus Abbas, usai menjadi narasumber dialog interaktif HUT UKM KSR UBT, Rabu (11/12/2019).
Dalam kesempatan ini Ketua PMI Kota Tarakan Muhammad Yunus Abbas apresiasi kegiatan dialog interaktif yang dilaksanakan UKM KSR PMI UBT dimana kegiatan ini sangat menarik dan kedepan perlu terus didorong.
“Alhamdulillah mereka dapat bersinergi dengan KSR lain, kita berdiskusi bagaimana kiprah KSR UBT saat ini kemudian yang akan datang, bahkan KSR ini sudah memiliki sertifkat khusus tim relawan penanggulanan bencana,†ujarnya.
Baca Juga: UKM KSR UBT Gelar Dialog InteraktifÂ
Seiring dengan perkembangan UBT dan jumlah mahasiswa terus bertambah, harapanya jumlah KSR UBT juga terus bertambah minimal 10 – 20 persen.
“Setiap kegiatan kampus ada keterlibatan KSR dan ini sudah diakui BEM bahwa setiap penerimaan mahasiswa baru hanya sekitar 15 KSR yang turun, karena memang terbatas,†katanya.
PMI Tarakan mendorong bagimana kedepan setiap prodi ada wakil KSR sehingga setiap ada bencana yang membutuhkan tenaga medis P3k anggota KSR dapat segera bergerak.
“Jika di UBT ada 27 prodi kemudian masing-masing prodi 5-10 orang maka ada 270 orang, dan saat ini masih terbatas hanya sekitar 56 orang KSR,†jelasnya.
Idealnya jika 10 persen dari 7.000 mahasiswa ada 700 anggota KSR, PMI menilai adanya kendala yakni pengurus UKM kurang melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baik yang baru atau lama.
“Harapanya ketua UKM KSR PMI UBT dan jajaranya keliling prodi untuk sosialisasi apa KSR, fungsi dan apa manfaat bagi individu dan lingkungan, tentu kegiatan ini juga harus didukung fakultas maupun universitas,†tutupnya. (aii)














Discussion about this post