• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Kaltara Deflasi 0,21 Persen, Produksi Gabah Tembus 27 Ribu Ton

by Redaksi
03/11/2020
in Daerah, Ekonomi
A A

POTENSI PERTANIAN : Aktivitas salah satu petani padi di Kaltara. Foto : Humas Provinsi Kaltara

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil pengamatan selama Oktober 2020 atas Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Tarakan dan Tanjung Selor, diketahui terjadi deflasi di Kaltara 0,21 persen. Deflasi itu dipicu terjadinya deflasi di Kota Tarakan 0,28 persen. Meski demikian, Tanjung Selor masih mengalami inflasi 0,07 persen. Jika dibanding dengan Desember 2019, Kaltara mengalami inflasi Kaltara 1,10 persen. Sedang dibanding Oktober 2019 inflasi Kaltara tercatat 2,17 persen.

Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltara Rohadi, mengutip keterangan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Senin (2/11) mengatakan, dilihat menurut kelompok pengeluaran, dari 11 kelompok hanya beberapa yang mengalami peningkatan harga. Sisanya mengalami penurunan harga.

Baca Juga

Ulah Jukir Liar di Jalan Diponegoro Meresahkan, Dishub Minta Polisi Turun Tangan

Nilai 96, Desa Sambungan Selatan Raih Kategori Istimewa Penilaian Desa Antikorupsi KPK

Hari Pramuka ke-65, Bupati Bulungan Tekankan Pentingnya Kerja Sama dan Karakter

Tak Sekadar Bantuan, 330 Ayam KUB Didorong Jadi Sumber Protein dan Penghasilan Keluarga

“Penurunan harga atau deflasi paling besar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya -0,84 persen. Ini dipicu oleh turunnya harga sabun sampai emas. Sementara untuk kelompok bahan makanan penurunan disebabkan turunnya beberapa harga komoditi seperti telur, ayam ras, tomat, cabai rawit,” kata Rohadi.

Satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami perubahan harga secara positif adalah transportasi, terutama di Tarakan.

Ia menambahkan, dari 90 kota pantauan IHK nasional, pada Oktober 2020 sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terdapat pada Kota Sibolga sebesar 1,04 persen dan inflasi terendah Kota Jember sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar -1,81 persen dan deflasi terendah Kota Surabaya sebesar -0,02.

Selain inflasi, juga dirilis luas panen padi di Kaltara. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), terjadi pergeseran puncak panen padi pada 2020 dibandingkan 2019. Puncak panen padi pada 2020 terjadi pada Maret. Sementara puncak panen tahun lalu terjadi pada Februari.

Realisasi panen padi sepanjang Januari hingga September 2020 di Kaltara sebesar 8,24 ribu hektare atau naik 1.272 hektare (18,24 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 6,97 ribu hektare. Sedang potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 3,36 ribu hektare. Dengan demikian, total potensi luas panen padi pada 2020 mencapai 11,61 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 1.311 hektare (12,73 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 10,29 ribu hektare.

“Luas panen tertinggi pada 2020 diperkirakan atau berpotensi terjadi pada Desember, yaitu sebesar 2,54 ribu hektare. Adapun luas panen terendah terjadi pada November, yaitu sebesar 0,23 ribu hektare,” kata Rohadi. Terhadap produksi padi di Kaltara, berdasarkan catatan BPS lanjut Rohadi, sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 27,18 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) atau naik sekitar 6.589 ton (32,00 persen) dibanding 2019 yang hanya sebesar 20,59 ribu ton GKG.

Sedang potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 13,04 ribu ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 40,22 ribu ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 6.864 ton (20,58 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 33,36 ribu ton GKG. Produksi padi di Kaltara sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 27,18 ribu ton GKG atau meningkat sekitar 6.589 ton (32,00 persen) dibandingkan 2019 sebesar 20,59 ribu ton GKG.

Potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 13,04 ribu ton GKG. Total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 40,22 ribu ton GKG, alias naik 6.864 ton (20,58 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 33,36 ribu ton GKG. Kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Nunukan. Sedang penurunan produksi padi pada 2020 terjadi di Kota Tarakan.

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 setara dengan 16,03 ribu ton beras atau mengalami peningkatan sebesar 3.886 ton (32,00 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 12,14 ribu ton.

Potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 7.693 ton beras. Dengan demikian, potensi produksi beras pada 2020 diperkirakan mencapai 23,72 ribu ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 4.048 ton (20,58 persen) dibandingkan dengan produksi beras 2019 yang sebesar 19,67 juta ton.

Produksi beras tertinggi pada 2020 diperkirakan terjadi pada Desember, yaitu 5,70 ribu ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada November, yaitu sebesar 0,52 ribu ton.

“Sama halnya dengan produksi pada 2020, produksi beras tertinggi pada 2019 terjadi pada Desember,” tutupnya.(humas)

Tags: DeflasiEkonomigabahPadiPemprov KaltaraPertanian

Berita Lainnya

Ulah Jukir Liar di Jalan Diponegoro Meresahkan, Dishub Minta Polisi Turun Tangan
Daerah

Ulah Jukir Liar di Jalan Diponegoro Meresahkan, Dishub Minta Polisi Turun Tangan

24 September 2026 07:16
Daerah

Nilai 96, Desa Sambungan Selatan Raih Kategori Istimewa Penilaian Desa Antikorupsi KPK

23 September 2026 20:00
Daerah

Hari Pramuka ke-65, Bupati Bulungan Tekankan Pentingnya Kerja Sama dan Karakter

23 September 2026 19:00
Daerah

Tak Sekadar Bantuan, 330 Ayam KUB Didorong Jadi Sumber Protein dan Penghasilan Keluarga

23 September 2026 18:08
Ekonomi

CIMB Niaga Raih Dua Penghargaan Internasional di Bidang Pembiayaan Hijau

23 September 2026 17:47
Daerah

Perkuat Sinergi Pembangunan, Gubernur Terima Kunjungan Kerja DPRD Malinau

23 September 2026 16:42
Next Post

Bertambah 10 Kasus Positif, Masih Dirawat 58 Orang

Bangun dan Rawat Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

Bangun dan Rawat Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

Ukur Kemampuan Fisik, Kodim 0907 Tarakan Gelar Garjas Periodik

Ukur Kemampuan Fisik, Kodim 0907 Tarakan Gelar Garjas Periodik

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Irwasda dan Kabid TIK

    Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Irwasda dan Kabid TIK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah! Dua Prodi UBT Tembus Akreditasi Unggul, Rektor Genjot Kualitas dan Ajukan Prodi Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fadly, Jorgi, dan Stasky Sabet Juara Umum Tarakan Open Grasstrack 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabrakan Triton dan Carry di Kujau, Satu Pengemudi Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tasa Gung Apresiasi Langkah Preventif Brimob Polda Kaltara Jaga Kamtibmas Bulungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

BNNK Tarakan Waspadai Penyalahgunaan Obat Bius Etomidate pada Vape

BNNK Tarakan Waspadai Penyalahgunaan Obat Bius Etomidate pada Vape

24 September 2026 15:15
Bahas Karhutla Hingga Batas Desa, Polsek Sekatak Hadiri Rakor Forkopimcam di BPU H. Ahmad Safri

Bahas Karhutla Hingga Batas Desa, Polsek Sekatak Hadiri Rakor Forkopimcam di BPU H. Ahmad Safri

24 September 2026 14:37
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP