Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Advetorial · 24 Nov 2021 18:13 WITA ·

Kaltara Bukukan Pendapatan yang Cukup Baik, Belanja Masih Perlu Didorong


Foto : Dkisp Kaltara Perbesar

Foto : Dkisp Kaltara

TANJUNG SELOR – Presiden RI, Joko Widodo menekankan percepatan realisasi APBN/APBD melalui percepatan realisasi belanja pemerintah dan pemerintah daerah.

Hal tersebut dtegaskan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Evaluasi Serapan Anggaran Daerah, secara virtual, Senin (22/11/2021), diikuti kepala/wakil daerah.

Selain itu, semua pemerintah daer pun diminta mewaspadai resiko perkembangan ekonomi global terhadap perekonomian dalam negeri. Termasuk mewaspadai berlanjutnya pandemi COVID-19 dan dampak turunannya.
Kondisi ekonomi nasional dan daerah punya keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Jika pertumbuhan ekonomi nasional positif, berimplikasi naiknya pendapatan nasional. Pada gilirannya, dana transfer untuk daerah juga meningkat. Begitu pun sebaliknya, jika terjadi kontraksi ekonomi.

“Tren tiga bulan terakhir di Indonesia, berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri, realisasi pendapatan Provinsi Kalimantan Utara, Alhamdulillah, sudah cukup baik (hijau). Berada di posisi 11 nasional dengan presentase sebanyak 83,48 persen,” sebut Wakil Gubernur Dr Yansen TP MSi,

Namun demikian, Pemprov Kalimantan Utara akan dan perlu terus mendorong realisasi belanja. Sebab Kalimantan Utara masih di posisi 57,44 persen.
“Kami berkomitmen untuk segera melaksanakan percepatan belanja kita sebelum tutup tahun anggaran,” ujarnya.

Realisasi belanja yang belum terdongkrak tinggi di banyak daerah di Tanah Air disebabkan beberapa hal. Seperti, kondisi pandemi COVID-19 dan PPKM. Kemudian kegiatan fisik, pelaksanaannya masih menunggu perencanaan atau DED sehingga kegiatan konstruksi belum sepenuhnya dapat dilaksanakan.

Faktor lainnya, pengadaan barang maupun jasa, belum sepenuhnya mengajukan permohonan pembayaran. Termasuk juga penyesuaian peraturan perundang-undangan pengelolaan keuangan.

“Demikian juga diungkapkan Ibu Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani bahwa realisasi APBD harus segera digenjot, salah satunya demi menjaga rilisensi dan pemulihan ekonomi,” tutur Wagub. (adpim/dkisp)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmi Dilantik, Dewan Pendidikan Diharapkan Bantu Gubernur Tingkatkan Pelayanan Pendidikan

4 Desember 2021 - 06:36 WITA

Pesta Budaya Ditutup, Akan Jadi Event Tahunan Kaltara

3 Desember 2021 - 20:17 WITA

Luhut Panjaitan Kunjungi Provinsi Kaltara

3 Desember 2021 - 20:06 WITA

Persiapan Groundbreaking KIPI, 9 Perusahaan Mancanegara Siap Investasi di Kaltara

3 Desember 2021 - 20:00 WITA

Bupati Ibrahim Ali Tegaskan Pembangunan Pusat Pemerintah Terus Beprores

3 Desember 2021 - 11:59 WITA

Gedung Baru DPRD KTT Tahun Depan Bisa Digunakan 

3 Desember 2021 - 06:44 WITA

Trending di Daerah