TARAKAN – Rumah Sakit Pertamina Tarakan melaksanakan program tanjung jawab sosial dan lingkungan IHC (Indonesia Healthcare Corporation), berkolaborasi dengan PT Pertamina EP Tarakan Field dan stakholder terkait dalam rangka mendukung pembangunan sosial dan lingkungan di wilayah Kota Tarakan, Selasa (9/9/2025).
Dalam kegiatan ini ada tiga Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IHC yaitu, peningkatan Upskill Posyandu Cegah Stunting, Posyandu Hijau, dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pelajar di Daerah Rawan Bencana.
Manager Corporate Communication Pertamina Bina Medika IHC, Partanaon Doly Pane, menjelaskan Rumah Sakit Pertamina Tarakan merupakan lokasi ke 7 dari 10 lokasi yang dipilih melaksnakan program TJSL.
“Rumah sakit Pertamina Tarakan merupakan rumah sakit terbaik, sehingga dipilih menjadi salah satu pelaksana program TJSL,” jelasnya.
Adapun tiga program TJSL yang dilaksanakan ini merupakan salah satu asta cita presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam program CSR ada pilar pendidikan, lingkungan, dan ekonomi.
Tidak sampai disini, program TJSL akan dilaksanakan setiap tahunnya, setelah ini akan tentu akan dilakukan evaluasi sejauh mana progres program ini berjalan.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Pertamina Tarakan, dr. Nanang Sugiarto, MARS menjelaskan, pelaksanakan kegiatan hari ini merupakan bagian rogram CSR Rumah Sakit Pertamina untuk pengabdian masyarakat di lingkungan sekitar.
“Dalam kegiatan ini ada tiga, yang pertama kita melakukan upskill kader posyandu. Kita ketahui bahwa stunting ini kan menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya dari pemerintah saja, tapi kita mendukung pemerintah dalam hal pemberantasan stunting,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia menerangkan, fungsi rumah sakit bukan hanya kuratif atau pengobatan namun juga promotif dan preventif maka pihaknya melaksanakan Upskill terhadap kader posyandu sehingga mereka mengetahui bagaimana cara mendeteksi kemudian menangani stunting.
Program kedua adalah posyandu sehat. Posyandu sehat ini tentu salah satunya dengan adanya tanaman obat keluarga atau toga di lingkungan posyandu. Ini juga diharapkan seluruh posyandu yang ada di wilayah Tarakan memiliki tanaman hijau yang memang bermanfaat untuk bagi masyarakat sekitar.
Program ketiga adalah berkaitan dengan bantuan hidup dasar. “Jadi kita memberikan edukasi pelatihan bagi sekolah, para siswa SMP, supaya mereka juga mengetahui bagaimana cara melakukan pertolongan yang baik dan benar dengan program bantuan hidup dasar ini. Jadi kita berharap, mulai dari pendidikan sekolah itu sudah mengerti betul bagaimana cara melakukan pertolongan bagi korban yang mengalami kegawatdaruratan di sekitar. Karena keberhasilan pertolongan di rumah sakit itu sangat ditentukan bagaimana korban ditemukan pertama kali oleh orang yang ada di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Rumah Sakit terus berupaya melakukan upaya – upaya preventif melalui program IHC Go to School sehingga rumah sakit tidak hanya menerima pasien saja. Sehingga keberhasilan pertolongan di rumah sakit menjadi lebih baik.
dr. Nanang menambahkan kegiatan ini diikuti sebanyak 15 Posyandu setiap posyandu dihadiri 2 orang kader. Selain itu Rumah Sakit juga memberikan bantuan tanaman obat serta alat kesehatan untuk Posyandu, dan sekolah yaitu SMP Negeri 12 Tarakan dan SDIT Arroyan Tarakan.
Sementara itu, dr. Andika Megah Miko selaku Head Official Medical PT Pertamina EP Tarakan Field menyampaikan dukungannya dalam kegiatan kolaborasi CSR ini. Karena memang di Pertamina EP Tarakan Field sudah ada program CSR khususnya di bidang kesehatan.
“Saya juga sebagai tenaga medis memang sangat support dengan arahan dari Manager Field Tarakan Pak Cahyo juga menyampaikan kepedulian beliau terhadap program ini. Kita harapannya sih program ini bisa sustainable berkelanjutan sampai seterusnya. Jangan sampai hanya disini, karena memang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Terutama pentingnya bantuan hidup dasar yang diketahui oleh anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, jika bantuan hidup dasar diajarkan kepada anak sejak dini maka akan lebih efektif dibandingkan kepada orang dewasa.
Asisten I Pemkot Tarakan, Ilyas menyampaikan pemerintah Kota Tarakan sangat mendukung program TJSL IHC, dimana program ini dinilai sangat baik karena yang terpenting dalam kesehatan itu dalam promotif dan preventif.
“Pada prinsipnya utamakan pencegahan dan upaya meningkatkan kesehatan individu tanpa melupakan pengobatan dan perawatan,” katanya.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, BUMN memiliki perusahaan atau instrumen dalam bidang kesehatan yang memiliki organisasi yang baik dan berjalan dengan bagus yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Masyarakat perlu dan sangat penting diberikan pembekalan dan pengetahuan dasar tentang kesehatan, dan program TJSL kali ini sangat relevan dengan program pemerintah sehingga perlu di support. (ary)












Discussion about this post